KOTA CIREBON | BBCOM – Mengusung tema nasional Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat, rangkaian HPN 2026 di Cirebon diawali dengan upacara resmi yang melibatkan wartawan sebagai petugas upacara. Wali Kota Cirebon dijadwalkan bertindak sebagai inspektur upacara, dengan peserta terdiri dari wartawan, ASN, TNI-Polri, serta berbagai komunitas masyarakat.
Agenda tersebut di ungkap oleh Ketua Muhammad Alif Santosa,Selasa (3/2/26)kepada wartawan.
Pers harus sehat, profesional dan hadir ditengah masyarakat,bukan hanya meliput tapi bisa memberi manfaat langsung kepada masyarakat,”ungkapnya.
Usai upacara HPN, kegiatan dilanjutkan dengan donor darah massal yang menargetkan 1.500 labu atau kantong darah. Jumlah ini bukan sekadar simbolik. PWI Kota Cirebon bahkan membidik pencatatan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
“Ini menjadi momen sejarah sekaligus terobosan. Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain,” kata Alif.
Pemilihan donor darah sebagai agenda utama bukan tanpa alasan. Menjelang bulan Ramadan, stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) kerap mengalami penurunan. Kondisi ini mendorong PWI untuk mengambil peran aktif membantu pemenuhan kebutuhan darah.
Selain donor darah, masyarakat juga akan mendapatkan layanan kesehatan gratis. Seluruh kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, melibatkan PMI, Dinas Kesehatan, DKIS Pemerintah Kota Cirebon, serta dukungan TNI, Polri, dan berbagai komunitas.
Tema kegiatan, “Setetes Darahmu, Sejuta Harapan Demi Kemanusiaan”, menjadi pesan utama yang ingin disampaikan PWI kepada publik. Menurut Alif, setetes darah yang disumbangkan dapat menjadi harapan hidup bagi orang lain.
“Ini tentang empati dan solidaritas. Kami ingin mengajak semua elemen masyarakat, tanpa melihat latar belakang, untuk bersama-sama menumbuhkan kepedulian,” ujarnya.
PWI Kota Cirebon berharap kegiatan ini memberi dampak nyata, mulai dari terpenuhinya stok darah PMI, meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan, hingga terbangunnya kedekatan antara insan pers, pemerintah, aparat, dan masyarakat.
Lebih jauh, PWI menegaskan bahwa kegiatan sosial tidak akan berhenti pada HPN 2026. Ke depan, agenda kemanusiaan akan menjadi bagian dari program berkelanjutan organisasi, dengan mengedepankan kolaborasi penta helix—pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media.
“Pers memiliki peran strategis sebagai penggerak kesadaran publik. Dengan menjunjung profesionalisme dan nilai kemanusiaan, pers bisa menjadi kekuatan moral yang mendorong masyarakat lebih peduli terhadap isu kesehatan dan kebersamaan,” tutur Alif. “















