OKI | BBCOM — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mendukung langkah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dalam memperluas jaringan serat optik di Kecamatan Air Sugihan. Proyek ini bertujuan memperkuat konektivitas antar-menara base transceiver station (BTS) yang selama ini masih mengandalkan transmisi radio IP.
Perluasan jaringan atau fiberisasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan telekomunikasi, khususnya di wilayah perairan OKI. Dengan tersambung ke jaringan serat optik, transmisi data antar-BTS akan menjadi lebih cepat dan stabil, sekaligus menopang percepatan transformasi digital di kawasan tersebut.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) OKI, Adi Yanto, mengungkapkan saat ini terdapat 20 site BTS di Air Sugihan yang masih menggunakan transmisi radio IP dan telah mengalami kelebihan kapasitas.
“Data dari Telkomsel menunjukkan ada 20 site BTS di kecamatan ini yang masih menggunakan transmisi IP radio. Kondisinya sudah over capacity sehingga jaringan menjadi lambat dan lemah. Melalui serat optik, diharapkan layanan internet semakin cepat, minim hambatan, serta mengurangi buffering dan lag,” ujar Adi saat meninjau pembangunan kabel serat optik di Air Sugihan, Selasa (10/2/2026).
Adi menegaskan, pemerintah daerah mengapresiasi keterlibatan operator telekomunikasi dalam membangun infrastruktur digital di OKI. Pasalnya, kualitas sinyal hingga kini belum merata di seluruh wilayah kabupaten yang memiliki bentang geografis luas, dengan sebagian daerah berupa perairan dan rawa.
Menurutnya, masih terdapat 47 titik blank spot serta puluhan desa dengan kualitas sinyal lemah. Pemerintah daerah terus mengupayakan penyelesaiannya secara bertahap dan berharap dukungan penuh dari para penyedia layanan telekomunikasi.
“Pemerintah daerah berkomitmen memfasilitasi kemudahan perizinan, dukungan lahan dari pemerintah desa, serta sinkronisasi data wilayah prioritas bagi operator yang akan membangun infrastruktur telekomunikasi. Dukungan masyarakat juga menjadi faktor kunci,” kata Adi.
Ia menambahkan, percepatan digitalisasi membutuhkan kolaborasi multipihak.
“Digitalisasi tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, operator, dan masyarakat. Tanpa koordinasi yang baik, percepatan konektivitas hanya akan menjadi jargon,” tegasnya.
Sementara itu, Manager Telkom Infrastruktur Area Sumbagsel, Nasution, menjelaskan pembangunan jaringan serat optik sepanjang 73 kilometer tersebut merupakan bagian dari penguatan infrastruktur digital di Sumatera Selatan. Jaringan itu akan mendukung fiberisasi sekitar 20 menara BTS eksisting di Air Sugihan.
“Proyek ini sejalan dengan upaya penguatan jaringan 4G oleh operator seluler guna meningkatkan kualitas layanan mobile broadband,” ujar Nasution.
Ia mengakui, tantangan utama pembangunan jaringan di Air Sugihan adalah kondisi geografis yang didominasi perairan dan rawa. Untuk mengatasinya, Telkom memaksimalkan jaringan eksisting dari wilayah Muara Padang dan Banyuasin, kemudian menarik kabel mendekati site BTS di Air Sugihan.
Upaya tersebut mendapat respons positif dari pemerintah desa dan masyarakat. Kepala Desa Rengas Abang, Agus Suseno, mengatakan penguatan sinyal sangat dibutuhkan, terutama di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur.
“Sinyal kuat dibutuhkan untuk komunikasi masyarakat dan peningkatan layanan pemerintahan desa,” ujar Agus.
Ia berharap setiap tahapan pekerjaan disosialisasikan kepada warga agar memperoleh dukungan penuh.
“Kalau untuk penguatan sinyal tentu masyarakat mendukung. Sosialisasi memang penting agar semua memahami manfaatnya,” katanya. (pani)















