Ya Tuhan, Ampunilah Diriku

18 Mei 2019 / 13:43 WIB Dibaca sebanyak: 329 kali Tulis komentar

Kadang aku bertanya kepada diriku sendiri apakah yang aku cariselama nafasku masih berhembus, apakah aku bisa membuatmereka bangga, apakah aku akan berguna untuk orang lain, apakah aku bisa menjadi orang yang dapat membuat orang lain bahagia, itulah yang dulu sempat kurasakan.

Saat diriku masih berseragam sekolah dasar aku belum dapatmengetahui apa-apa yang akan terjadi kedepannya untuk diriku, aku hanya bisa mendapat bimbingan dan tuntunan dari keduaorang tuaku, bahkan saat aku duduk di sekolah menengahpertama sampai sekolah menengah atas pun aku masih belummengetahui persis jati diriku yang sebenarnya.

Kesalahan demi kesalahan aku perbuat, namun kesalahantersebut tidak menjadi pelajaran yang besar untuk hidupku di masa yang akan datang, aku hanya sibuk menyenangi dirisendiri. Namun walaupun kesalahan tersebut sudah tidakkuulangi lagi, terkadang aku masih saja tidak merasa bersalahtentang apa yang telah aku lakukan.

Sampai akhirnya kelulusan di sekolah menengah atas pun tiba, disaat teman-teman ku mulai sibuk untuk mencari perguruantinggi yang diminatinya, aku hanya dapat mengikuti apa yang mereka lakukan tetapi tidak tahu kemana arah dan jurusan yang akan aku ambil.

Tahap demi tahap, tes demi tes aku jalani, hingga merogohkocek yang cukup dalam hanya untuk masuk perguruan tingginegeri yang di mana aku belum tahu akan jadi apa kedepannya, aku hanya bisa pasrah dan melihat apa yang akan terjadikedepannya jika aku diterima di perguruan tinggi nanti.

Akhirnya akupun diterima di salah satu perguruan tinggi negeridi kota Depok, seperti biasa, saat masuk kuliah pun aku belumbisa beradaptasi dengan baik, tingkah laku ku masih sepertimasa sma dulu, tak jarang aku berpura-pura pintar atau berpura-pura menjadi orang yang supel agar aku mendapatkan atensi darimereka.

Masuk dihari di mana pembagian nilai akhir semester tiba saatitu aku berada di titik yang cukup berat dalam hidupku, akuberada di peringkat paling bawah di kelasku, saat itu aku kecewaterhadap diriku sendiri, dan yang paling aku pikirkan, aku sudahmengecewakan orang tuaku, di mana mereka sudah bersusahpayah untuk membiayai kuliah ku, namun begitulah yang akuhasilkan untuk mereka. Oh tuhan maafkan lah aku selama inidan berilah petunjuk untuk diriku.

Setelah masa itu aku merasa terpukul dan berniat untuk merubahdiriku agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi, dan mulaimenseriusi apa yang akan aku jalankan di semester berikutnya, dan di saat itu pula aku sedikit demi sedikit mulai berpikirdewasa, dan belajar untuk membedakan mana yang baik danmana yang buruk, tak jarang aku mengikuti kajian ataubimbingan ilmu agama yang disarankan oleh orang tuaku.

Kawan, perjalanan kita masih panjang, namun perlu kalian ketahui kesalahan yang kalian perbuat di hari yang lalu, jadikalanlah pelajaran yang sebesar-besarnya untuk kalian agar tidak melakukan hal itu lagi di kemudian hari. Sedikit cerita daripengalaman ini, aku harap dapat bermanfaat untuk kalian dankhusunya pula untuk diriku di hari ini, dan hari-hari yang akandatang hingga maut menjemput.

Oleh: Faqiih Daffa/Politeknik Negeri Jakarta

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *