Wisata Kuliner di Tempat Bersejarah

22 Juni 2019 / 14:31 WIB Dibaca sebanyak: 200 kali Tulis komentar

Sumber gambar: penulis

Jika bepergian ke Kota Tangerang, Pasar Lama merupakan salah satu tempat yang wajib dikunjungi. Pasar yang terletak di pinggir Sungai Cisadane ini selalu ramai dari pagi hingga malam hari.

Salah satu pusat sejarah Kota Tangerang yang masih menampakkan sisa-sisa masa lampau adalah Pasar Lama. Pasar ini merupakan pasar tertua dan menjadi cikal bakal berdirinya Kota Tangerang.

Saat malam hari tiba, terlihat di sepanjang Jl. Kisamaun dipenuhi oleh pedagang kaki lima dan pembeli yang hilir mudik. Ya, Pasar Lama adalah tempat kuliner dengan aneka ragam jajanan. Tak heran, hal ini membuat banyak orang yang berwisata kuliner di sini.

Mulai dari makanan utama hingga camilan dapat ditemukan di pasar tertua Kota Tangerang ini. Tidak hanya pedagang kaki lima, namun juga terdapat restoran dan kafe yang bertengger di pasar ini.

Menurut Sephya, salah satu pengunjung setia Pasar Lama, tempat ini merupakan tempat yang cocok untuk berkumpul bersama orang tercinta saat malam akhir pekan tiba.

“Di Pasar Lama banyak berbagai macam jenis makanan dan minuman, harganya sangat terjangkau. Dari makanan jadul sampai makanan kekinian ada di sini. Inilah yang membuat pengunjung, termasuk saya, betah berlama-lama di sini,” ujarnya.

Berbagai macam makanan ada di Pasar Lama. Makanan khas Tangerang seperti laksa Tangerang, gecom, hingga kue jojorong ada di sini. Selain itu, makanan unik yang jarang ditemui seperti gado-gado penganten atau ikan ceng cuan juga dapat ditemukan di pasar ini. Bahkan, sate ular dan biawak juga dijual di sini.

Pasar Lama bukanlah pasar biasa. Pasar yang bersejarah ini disulap menjadi tempat wisata kuliner yang unik di Kota Tangerang. Beraneka ragam makanan dan minuman, mulai dari makanan yang sering dijumpai hingga makanan ekstrem dapat ditemukan di tempat ini. Hal inilah yang menjadikan Pasar Lama sebagai tempat yang tepat untuk berkumpul bersama sambil berwisata kuliner.

Penulis: Maylisda Frisca Elenor Solagracia, mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *