Waspada dengan Palang Pintu

21 Juni 2019 / 15:32 WIB Dibaca sebanyak: 192 kali 1 Komentar

(Cresina HF)

Siang itu, selepas dari kampus, Saya pulang menuju indekos dengan berjalan kaki melawati rel kereta api stasiun pondok Cina. Cuaca yang sangat terik kala itu, membuat semua orang tergesa-gesa untuk sampai di tujuan masing-masing.

Langkah saya pun terhenti ketika mendengar suara alarm peringatan bahwa kereta api akan datang. Palang pintu kereta api pun mulai turun menghadang kerumunan khalayak yang ingin lewat. Beberapa motor dan pejalan kaki tampak terhenti di belakang palang pintu kereta api.

Namun sayangnya, masih ada beberapa orang yang tidak memikirkan keselamatan mereka sendiri. Satu pejalan kaki nekat berlari melewati rel kereta api lalu diikuti yang lainnnya. Beberapa motor juga terlihat mengambil celah kecil untuk bisa melewati palang tersebut, yang seakan menjadi inspirasi kreatif bagi orang orang disekitarnya untuk melakukan hal yang sama.

Padahal fakta yang bersumber dari tempo pada Januari 2018 telah terjadi kecelakaan yang menewaskan seorang mahasiswa di perlintasan kereta api Stasiun Pondok Cina. Menurut sumber, korban tertabrak karena nekat menerobos pintu palang saat alarm peringatan sudah berbunyi. “Sejak peristiwa kecelakaan tahun lalu, insiden yang terjadi ¬†mengalami penurunan dengan tahun ini, saya dan teman teman juga semakin tegas jika ada pelanggar menerobos”, ¬†ujar petugas palang pintu stasiun KA Pondok Cina.

Sering kali juga saya melihat mahasiswi yang berlari menerobos palang pintu bersama teman-temannya, memancarkan kebahagian seakan hal itu adalah sebuah pencapaian. Padahal mereka adalah orang-orang terdidik dan generasi penerus bangsa yang seharusnya memberi contoh yang baik.

Adanya ketegasan dan campur tangan pemerintah diperlukan untuk mengatasi masalah ini. Terutama kesadaran tentang pentingnya faktor keselamatan yang harus ditanamkan pada diri masing-masing. Siapa lagi yang akan peduli, selain diri kita sendiri. (Cresina Hana Fitria/ Politeknik Negeri Jakarta

Bagikan
Share

1 Komentar

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *