Tragedi Berdarah Trisakti 1998

19 Mei 2019 / 07:49 WIB Dibaca sebanyak: 147 kali Tulis komentar

Oleh Cornelia Zenia, Mahasiswa Penerbitan/Jurnalistik Politeknik Negeri Jakarta

Masih ingatkah dengan Tragedi Berdarah 1998Ya, peristiwa penembakan pada 12 Mei 1998 tepat di Kampus Trisakti, GrogolJakarta Barat terhadap mahasiswa Universitas Trisakti. Para mahasiswa yang berdemonstrasi menuntut untuk Soeharto turun dari jabatannya karena pada saat itu terjadi krisis moneter yang sangat besar dan menyusahkan rakyat. Hal ini yang mendasari para mahasiswa untuk turun ke jalan membela rakyat dan meruntuhkan orde baru yang dikuasai oleh Soeharto.

Tragedi yang banyak menjatuhkan banyak korban dan menghilangkan para mahasiswa ini membuat Indonesia sangatidak aman saat itu. Penjarahan yang terjadi dimana-mana yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab akibat adanya krisis moneter pada era tersebut. Penjarahan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab ini terus mengintai masyarakat non pribumi seperti masyarakat Tionghoa yang pada saat itu tinggal di Ibu Kota. Suasana yang terus mencekam membuat masyarakat Ibu Kota kala itu sangat merasatidak aman.

Melemahnya ekonomi Indonesia adalah hal utama yang mendasari atas pertiwa sadis ini di mulai. Melemahnya keadaan ekonomi terjadi pada awal 1998, yang terpengaruh oleh krisis finasial asia sepanjang 1997-1999. Para Mahasiwa tidak bisa hanya berdiam  melihat keadaan rakyat saat itu. Mereka pun melakukan aksi turun ke jalan untuk menuntut Soeharto turun dari jabatannya dan menuntut pemerintah kembali memperbaiki kondisi rakyat. Mereka berbondong-bondong melakukan aksi damai ke Gedung Nusantara. Ratusan mahasiswa turun ke jalan untuk melakukan aksi damai namun aksi mereka dihambat oleh blokade dari Polri dan militer yang datang kemudian. Beberapa mahasiswa mencoba bernegosiasi dengan pihak Polri namun setelahnya yang datang adalah keadaan yang mulai memanas.

Ketegangan yang terjadi setelah proses negosiasi pun muncul, terjadi penembakan gas air mata dan juga penembakan jitu. Atas peristiwa berdarah tersebut ada 4 mahasiswa Universitas Trisakti yang tewas. Mereka yang tewas adalah Elang Mulia Lesmana (1978-1998), HeriHertanto (1977 – 1998), Hafidin Royan (1976 – 1998), dan Hendriawan Sie (1975 – 1998). Mereka tewas tertembak didalam kampus, terkena peluru tajam di tempat-tempat vital seperti kepalatenggorokan, dan dada.

Akibat Tragedi penembakan inilah banyak korban tewas dan banyak mahasiswa serta aktifis yang hilang seketika karena terlibat dalam pemberontakan masa pada saat itu. Hilang dan tidak kembali. Peristiwa berdarah inilah yang akhirnya menjadi aksi bagi para mahasiswa Universitas Trisakti setiap tahunnya untuk kembali mengingat apa yang telah diperjuangkan oleh para senior mereka untuk rakyat Indonesia tercinta. Aksi menolak lupa dan merawat ingat adalah hal yang selalu dilakukan para mahasiswa Universitas Trisakti di depan Monumen Reformasi 12 Mei. Membela rakyat dengan segenap jiwa akan terus tertanam dalam segenap batin para mahasiswa. (***)

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *