Tips Memanajemen Semangat Menulis

30 Juni 2019 / 14:04 WIB Dibaca sebanyak: 278 kali Tulis komentar

Oleh : Roy Ridho U.P/ Mahasiswa PNJ

Foto : Gilang,mahasiswa yang suka menulis puisi.

Menulis adalah persoalan pilihan eksistensi, yaitu kesadaran untuk berproses secara aktif-kratif yang terus menerus.karena itu, yang dibutuhkan dalam kreativitas menulis bukanlah teknik yang instan, tetapi lebih pada semangat dan ikrar yang kuat, yaitu di mulai dari diri sendiri.

“Saya sangat antusias dalam menulis, puisi salah satunya. Tapi banyak hal yang membuat saya menjadi kehilangan semangat menulis. Lingkungan salah satunya, karena pergaulan yang dimana tidak banyak teman yang terlalu menyukai bidang kepenulisan membuat saya sedikit terlambat berkembangan dalam menulis.namun saya tetap bisa bangkit, bisalah.. harus bisa..” ujar gilang.

Seperti kata pepatah “banyak jalan menuju Roma” begitu pula halnya dalam memanajemen semangat menulis. Berikut ini adalah tiga cara memanajemen “semangat” menulis kamu menurut Heru Kurniawan dalam bukunya yang berjudul,”Penulisan Sastra Kreatif” :

Pertama, jika kamu sudah punya semangat maka sangat sebaiknya kamu bergabung dengan komunitas penulis yang aktif atau menciptakan sendiri komunitas itu.hal ini penting karena, dengan adanya teman-teman yang sehati dan sevisi,semangat itu akan terus dipacu dengan kolektif alias bersama-sama sehingga kamu tidak akan malas lagi untuk menulis.

Kedua, berguru atau aktif ke setiap acara maupun kegiatan kepenulisan juga perlu rutin kamu lakukan.tujuannya, dengan momen itulah semangat kamu untuk berkarya akan selalu ada. Dengan berdiskusi bersama orang yang sudah lama menggeluti dunia kepenulisan maka kamu akan memperoleh banyak pengalaman darinya.

Ketiga,tentunya kamu harus aktif berinteraksi dengan media massa dan toko buku. Membaca media massa atau bertamasya intelektual ke toko buku harus rutin kamu lakukan untuk meningkatkan semangat dalam menulis.sesekali coba kamu hayati dan bayangkan saat membaca tulisan serupa artikel,puisi,cerpen dan esai pada salah satu media massa yang penulisnya adalah diri kamu sendiri. Betapa senangnya. Karya yang kamu terbitkan di media massa bisa terkenal, kemudian jutaan orang membaca tulisanmu. Pastinya kamu pun akan terkenal. Bahkan, bisa terjadi, teman  atau orang lain akan mengucapkan selamat dan kagum atas tulisan kamu. Sungguh indah bukan. Ini pasti menjadi harapan semua penulis. Selain itu, bayangkan juga saat kamu ke toko buku lalu ambil salah satu buku secara acak,kemudian tutup nama penulisnya, dan bayangkan bahwa penulisnya adalah kamu. Pasti segera kamu akan tersenyum bangga dan senang tidak terhingga. Karya kamu dilihat dan dibaca banyak orang.

Mungkin ini kelihatannya fantasi dan mimpi.tapi inilah rahasia awal menjadi penulis.yaitu Harus dimulai dari mimpi. Mimpi yang akan kamu wujudkan dengan semangat untuk menulis. dan suatu ketika kamu akan mengerti: ternyata apa yang dulu kami impikan sekarang menjadi kenyataan.

Dengan kejadian imajinatif di atas itulah,kamu harus yakin, semangat menulismu akan menggelora lagi. Meledak dalam dirimu untuk kemudian rajin menulis. Namun,perlu diingat, seperti sudah dijelaskan diatas, semangat itu bersifat naik-turun maka bertamasya ke toko buku dan sering membaca media massa perlu intens dilakukan secara kontinu.  

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *