oleh

Terkait Dugaan Money Politik, Polisi Selidiki Oknum DPRD Lahat Bawa Sajam

LAHAT BBCom– Kapolres Lahat, AKBP. Roby Adi Karya. SIK saat dihubungi BBCom pagi tadi Rabu (1/7/2018) melalui Kepala Satuan (Kasat) Reskrim AKP. Ginanjar Aliya Sukmana. SIK mengaku kini sedang menyelidiki kasus dugaan kepemilikan Senjata Tajam (Sajam) jenis “Golok” oleh Oknum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Lahat, Ftz.

Sementara, Wakil Ketua Bidang Investigasi LSM Lingkar Merah Putih Nasional (LMPN) DPC Kabupaten Lahat, Bambang Harianto kepada BBCom (1/7/2018) sangat menyayangkan ulah oknum dewan yang terhormat, semestinya menjadi panutan dan contoh bagi masyarakat tidak seharusnya membawa Sajam.

“Apalagi, Sajam itu digunakan tidak sesuai dengan peruntukannya yang akan dikeluarkan oleh oknum tersebut untuk menghalangi rombongan yang akan membawa dirinya ke Panwaslu guna mengkonfontir atas dugaan temuan salah satu tim paslon Pilkada Lahat,” Jelasnya.

BACA JUGA  Partai Berkarya Berpotensi Lolos Parlementary Threshold

Bambang berharap kepada pihak Kepolisian Resort Lahat agar serius menangani kasus dugaan kepemilikan Sajam itu. Karena, terangnya, ruang hukum untuk menindaklanjuti kasus kepemilikan Sajam telah diatur oleh Undang-Undang.

Seperti diketahui, terungkapnya kasus dugaan kepemilikan Sajam oknum Anggota DPRD Lahat asal Partai Demokrat itu ketika Konfrensi Pers yang dihadiri oleh wartawan baik media cetak maupun elektronik di kediaman H. Bursah Zarnubi. SE kemarin Sabtu (30/6/2018) oleh Saryono selaku saksi kepemilikan Sajam tersebut.

Dikatakan Saryono, kejadian berawal pada Kamis (28/6/2018) sekira pukul 9.00 pagi dirinya dan rekan yang berjumlah sekitar 6 orang hendak menuju ke rumah Ddg yang didisinyailr “Dalang” pembagian amplop yang berisi setiap amploponya bekisar Rp 100 sampai dengan 200 ribu yang diprediksi sebagai modus money politik terstruktur, sistimatis dan massif.

BACA JUGA  Sosok Muslim Waspada Menyisakan Duka yang Mendalam Bagi PPPN

Saryono menambahkan, ketika Ddg hendak ditemui, sayangnya Ddg berlari lewat belakang dan kala itu ada Ftz yang menghalangi dan berusaha mencabut Sajam jenis “Golok ” ingin menusuk rombongannya.

“Lalu kami tangkis, selanjutnya datang aparat kepolisian mengamankan Ftz dan membawa Ftz kekantor polisi beserta Golok yang dibawanya. Dengan demikian klarifikasi ini kami sampaikan agar masyarakat mengetahui kejadian yang sebenarnya dan tidak terhasut oleh isu Hoax yang beredar,” lugasnya. (DAFRI.FR)

Komentar