oleh

Terkait Bantuan Untuk SMPN 11 Kota Cimahi, Jawaban Kadisdik Kota Cimahi Patut Dipertanyakan

CIMAHI|BBCOM | Berkenaan dengan bantuan dana pembangunan fisik untuk SMPN 11 kota Cimahi yang digelontorkan tiga tahun berturut turut (2018,2019, 2020), beberapa waktu lalu Bandung Berita.com mengajukan pertanyaan tertulis yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi.  Jawaban tertulis yang ditandatangani oleh Kadisdik Kota Cimahi Harjono, S.Pd., MM patut dipertanyakan.

​Pada tahun 2018 SMPN 11 kota Cimahi mendapat bantuan untuk pembangunan Lab. IPA dan Lab. Komputer senilai Rp. 683.370.000,- (nilai pagu), dan nilai HPS nya tetap Rp. 683.370.000,-. Namun hasil investigasi lapangan, lab. Komputer ternyata masih terbengkalai dan baru terbangun struktur/kontruksinya saja.

​Untuk hal tersebut Kadisdik kota Cimahi berkilah, bantuan dana tahun 2018 itu difokuskan untuk penyelesaian lab. IPA, sedangkan untuk lab. Komputer baru cukup sampai struktur/kontruksinya saja. Yang patut dipertanyakan dalam hal ini adalah, apakah pengajuan anggaran untuk lab. Komputer spesifikasinya hanya untuk pembangunan struktur/kontruksinya saja? Apakah didalam DPA tercantum hanya untuk pembangunan struktur/kontruksinya? Apakah pengajuan anggaran sepesifikasinya memang seperti itu? Dijelaskan juga oleh Kadisdik kota Cimahi, untuk penyelesaian lab. Kompuetr yang masih terbengklaai akan diajukan melalui DAK tahun ini.

​Yang lebih janggal, ternyata pada Tahun Anggaran 2020, SMPN 11 kota Cimahi kembali mendapat bantuan untuk hal yang sama yaitu untuk pembangunan lab. Komputer senilai Rp. 450.000.000,0 (nilai pagu) dan nilai HPS nya Rp. 449.926.108,75,-

​Dinilai Janggal karena anggaran tahun 2020 ternyata tidak diarahkan untuk pemnyelesaian lab. Komputer yang masih terbengkalai, tetapi dipergunakan untuk membangun lab.komputer yang baru, sementara bangunan lab. Komputer yang masih terbengkalai hingga berita ini ditulis tetap dibiarkan hanya bangunan struktur/kontruksinya saja. Hal ini jelas patut dipertanyakan, kenapa anggaran yang peruntukkannya sama yang bersumber dari anggaran 2020 tidak diarahkan untuk penyelesaian bangunan lab. Komputer yang masih terbengkalai?

​Yang juga patut dipertanyakan adalah soal bantuan dana tahun 2019 untuk pembangunan ruang kelas baru senilai Rp. 335.570.000,- (nilai pagu) dan nilai HPS nya Rp. 334.930.704,63. Hasil investigasi lapangan ternyata pihak pesuruh sekolah dan salah seorang guru yang berhasil ditemui Bandung Barita.com, mereka menyatakan tidak tahu ruang kelas baru yang dibangun. Diduga pembangunan ruang kelas baru itu tidak sesuai dengan rencana dan spesifikasi, sehingga orang dalam pun (pesuruh sekolah dan salah seorang ataf pengajar) tidak tahu dimana ruang kelas baru itu dibangun pada tahun 2019

​Untuk hal itu, jawaban Kadisdik kota Cimahi ternyata bantuan anggaran tahun 2019 malah dikaitkan dengan soal penyelesaian lab. Komputer. Dia menjelaskan, bantuan anggaran tahun 2019 karena belum cukup untuk mentuntaskan lab. Komputer, maka dialihkan untuk pembangunan struktur/kontruksi penambahan 2 ruang kelas terlebih dahulu yang lokasinya ada di belakang. Penjelasan ini juga sangat janggal, kenapa anggaran tahun 2019 yang jelas jelas tercantum dalam dokumen LPSE untuk pembangunan ruang kelas baru, Kadisdik kota cimahi malah befikiran dan mengkaitkannya dengan penuntasan lab. Komputer? Ini diduga menyalahi peruntukkan.

Meskipun memang anggaran tersebut dipergunakan untuk penambahan dua ruang kelas baru namun ternyata dua ruang kelas baru itu pun masih berupa konstruksinya saja (jawaban Kadisdik). Apakah dengan anggaran Rp. 334.930.704,63 tidak cukup untuk membangun ruang kelas baru hingga selesai?, dan apakah spesifikasi yang diajukan  hanya untuk membangun kontruksi saja?

​Untuk memperjelas soal penggunaan anggaran yang diberikan kepada SMPN 11 kota Cimahi (2018, 2019, 2020), yang kemudian dikaitkan dengan jawaban tertulis dari Kadsidik kota Cimahi, dan hasil investigasi lapangan, Bandung Berita.com akan mencoba meminta keterangan dari pihak pihak berkompeten seperti kepada inspektorat, BPK dan BPKP agar pemberitaan berikutnya akan lebih komprehensif (Teddy Guswana)

Komentar