Taman Baca Memotivasi Generasi Masa Kini

30 Juni 2019 / 18:56 WIB Dibaca sebanyak: 94 kali Tulis komentar

Dok. Pribadi/M Aditya Putra P (Caption Foto: Fahrur Rozi (21) sang pemilik Taman Baca di Taman Lembah Gurame, Depok.)

Betapa rendahnya minat baca di kalangan generasi muda di era milenium ini, terbukti dari banyaknya sindrome bermain game baik offline maupun online. Pesatnya perkembangan dunia teknologi dengan segala fitur-fiturnya “memanjakan” anak-anak muda membuka sosial media ketimbang membaca buku. Akibatnya nasib buku-buku di perpustakaan ataupun pada saat belajar menjadi berdebu dan tidak terurus lagi

Banyak orang mengatakan bahwa buku jendela dunia. Mengapa demikian? Karena dengan membaca buku dapat membuka wawasan yang sangat membantu menghargai hasil karya orang lain. Namun, sangat disayangkan, pada zaman sekarang ini, jarang kita temukan generasi muda yang gemar membaca.

Seorang remaja bernama Fahrur Rozi (21) membuka gelaran buku bacaan untuk memotivasi generasi masa kini di Taman Lembah Gurame, Depok. Gelaran buku ini awalnya berada di dekat rumahnya,namun dirinya pindah ke taman ini karena kurangnya antusias pembaca.Gelaran buku bacaan ini sudah ada selama 1 tahun, Fahrur dan teman-temannya juga sudah membuka taman bacaan di tiga tempat berbeda, diantaranya di Jagakarsa, Tanjung Barat dan Depok. Fahrur menggelar buku bacaannya pada hari Minggu dan hari-hari libur. Yang menjadi kesulitannya adalah kendala cuaca ketika sedang hujan.

Ia menyediakan buku bacaaannya dengan koleksi pribadi. Namun, dirinya juga menerima jika ada perorangan atau kelompok yang menyumbangkan buku. Dinas sosial juga menyumbangkan beberapa buku tambahan untuk taman bacanya. Dengan suasana dan tempat yang mendukung dan nyaman, dapat meningkatkan minat baca seseorang ketika bermain di daerah Taman Lembah Gurame. Ide ini dilakukan karena biasanya seseorang biasanya membaca di tempat tertutup.

Fahrur mendapat dukungan dari kerabat dekat sampai pihak taman pengelola. Fahrur merasa puas ketika banyak pengunjung yang antusias membaca. Pembaca yang datang didominasi oleh anak-anak dan remaja. “Saya melakukan ini karena kepuasan sendiri ketika buku saya dibaca oleh orang-orang. Saya pun tidak mengharapkan imbalan, tempat ini dibuka secara gratis,” ucap Fahrur sambil tersenyum.

Selain adanya gelaran buku, Fahrur juga mengadakan lomba mewarnai untuk menarik anak-anak. Lomba mewarnai yang diadakan juga tidak dipungut biaya, dengan adanya kegiatan  tersebut akan menciptakan interaksi antar satu sama lain. Anak-anak pun senang dengan adanya kegiatan tersebut.

Dengan membaca dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan berbahasa. Menurut Henry Guntur Tariga dalam bukunya yang berjudul “Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa” berpendapat bahwa membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *