Tak Perlu Ragu menjadi Relawan

19 Mei 2019 / 23:06 WIB Dibaca sebanyak: 203 kali 1 Komentar

Jakarta – Melakukan sesuatu dengan kerelaan hati tanpa paksaan, bahkan justru merasa bahagia, apakah itu definisi dari seorang relawan?

Sumber foto: freepik

Seiring bertambahnya usia pemikiran setiap manusia akan semakin berkembang, tak jarang kepekaan terhadap sekitar dan rasa ingin membantu terhadap sesama menjadi sesuatu yang perlu dilakukan. Sifat sukarela sebenarnya sudah mengalir dalam darah manusia bahkan menjadi suatu hal yang identik dengan masyarakat Indonesia. Data menurut Lembaga Statistik Gallup mengatakan, dari 7,6 miliar penduduk dunia, Indonesia menyumbangkan 53% relawannnya, menjadi negara dengan peringkat tertinggi di dunia.

Menjadi relawan adalah aktivitas yang menyenangkan, namun tidak semua orang mau terlibat. Awalnya tidak mudah menjadi relawan perlu didasari dari niat terlebih dahulu, disamping itu tak jarang seorang relawan justru mengeluarkan materi, tenaga, waktu dan pikiran karena hal tersebut sudah menjadi suatu risiko, tetapi bagi sebagain orang yang menyukainya, ini merupakan sebuah tantangan. Berhenti sejenak, lalu ingatkan kembali perasaan itu, suka cita menjadi seorang relawan.

Kala itu fajar mulai menampakkan dirinya, suara pemberitahuan di Stasiun Pondok Cina sudah menyambut seperti biasa. Kulangkahkan kaki berharap apa yang kulakukan hari ini berajalan lancar karena untuk pertama kali aku memutuskan ikut menjadi relawan. Perasaan takut sempat terlintas “ Bagaimana nanti, aku tidak kenal siapa-siapa disana, akankah baik-baik saja?” Hal yang sebetulnya tidak harus difikirkan tetapi selalu terlintas selama perjalanan. Hingga akhirnya tiba di tempat tujuan, dua orang perempuan sudah tersenyum dan menyapa untuk bergabung. Tibanya ditempat acara, sudah terdapat ratusan orang dengan senyum diwajah menunggu apa yang harus dilakukan selanjutnya. Sebenarnya tugasnya sederhana, masing-masing peserta harus mengumpulkan sampah sebanyak mungkin bersama kelompoknya di area Senayan. Seperti tak kenal lelah, yang terasa hanya kegembiraan bersama kelompok yang membuat kita menjadi semakin dekat, bahkan usai acara, bincang-bincang bersama kelompok terus dilanjutkan sampai matahari kembali ke tempat asalnya.

Hal tersebut hanya sebagai gambaran, ternyata sangat menyenangkan menajadi relawan, dari hal kecil yang dilakukan ternyata bisa membawa suatu perubahan, disamping pengalaman dan relasi pertemanan, menjadi relawan juga bisa memberikan rasa kepekaan terhadap lingkungan. Jadi tidak perlu ragu untuk menjadi relawan, karena kehadiran kita dibutuhkan dan berarti untuk sekitar.

(Dwi Rahmawati)

Bagikan
Share

1 Komentar

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *