oleh

Tahun 2020, BPDASHL Ketahun Merehabilitasi Hutan Lindung Seluas 2.000 Ha di Catchment Area DAS Bengkulu dan Lemau

BENGKULU | BBCOM | Kepala Balai PDASHL (Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung) PDASHL Ketahun, melakukan kegiatan Penanaman Bersama Forum DAS Bengkulu dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) Tahun 2020, di Lokasi Calon Sekolah Lapang Konservasi Lahan dan Air – Nusantara Farm Jl. TPU Ujung, RT. 35. Kelurahan Sidomulyo, Kec. Gading Cempaka. Kota Bengkulu Prov. Bengkulu pada tanggal 22 Desember 2020.

Kepala Balai PDASHL Ketahun menyatakan bahwa “dengan memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) Tahun 2020 bertujuan membangkitkan semangat, komitmen dan budaya menanam dan memelihara pohon oleh seluruh lapisan masyarakat di Prov. Bengkulu untuk memperbaiki lingkungan hidup dan kelestarian DAS.

Kepala Balai PDASHL Ketahun Melakukan Penanaman Pohon

“Pohon selain memiliki nilai ekonomi juga mempunyai nilai lingkungan dan konservasi, diantaranya pertama pohon dapat menyerap karbondioksida dan melepas oksigen ke udara sehingga lingkungan setempat akan terasa lebih segar, kedua pohon dapat mengendalikan tata air tanah sehingga dapat mengurangi potensi banjir di waktu hujan dan kekeringan di musim kemarau. HMPI dan BMN di Prov. Bengkulu yang luar biasa ini perlu kita dorong untuk menjadi bagian dari proses rehabilitasi daerah aliran sungai,” terang Kepala Balai.

BACA JUGA  Pemerintah Harus Umumkan Perda Yang Dibatalkan

Kepala Balai Irpana Nur, menyampaikan BPDASHL Ketahun pada Tahun 2020 melaksanakan  Rehabilitasi Hutan Lindung seluas 2.000 ha di catchment area DAS Bengkulu dan Lemau, menyediakan pembibitan melalui Persemaian Permanen yang ada di PP TAHURA Kab. Bengkulu Tengah dan PP Kab. Kaur ± 1.400.000 bibit untuk tahun 2020 dan pada tahun 2021, penyediaan bibit produktif sebanyak 36.000 batang, pembuatan KBR sebanyak 20 unit dan pembuatan KBD sebanyak 3 unit. Dilanjutkannya bahwa, Ekosistem hutan dan lahan yang baik dari hasil gerakan penanaman pohon, akan berperan sebagai pengatur tata air yang menjamin kuantitas, kualitas dan kontinyuitas aliran sungai sebagai sumber air untuk lahan pertanian atau air minum bagi masyarakat luas.

BACA JUGA  Program Polisi Pi Ajar Sekolah, Pengabdian Polisi Jadi Guru SD dan TK

Kepala Balai Irpana Nur, dalam kesempatan ini juga menyampaikan pada tahun 2020 di Prov. Bengkulu telah terlaksana kegiatan Padat Karya Penanaman Mangrove (PKPM) yang merupakan program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di 2 (dua) yaitu Kota Bengkulu dan Kab. Seluma seluas 50 Ha, dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Hadir dalam rangkaian kegiatan Penanaman Bersama Kepala Balai tersebut yaitu Kepala BPBD Prov. Bengkulu, Kepala Dinas LHK Prov. Bengkulu, FORDAS Prov. Bengkulu, Forum DAS Bengkulu dan Penggiat Lingkungan. (*)

Komentar