Sugianto Nangolah : Pandemi Covid-19, Berdampak Pada Perekonomian dan PAD Jabar

7 April 2020 / 12:00 WIB Dibaca sebanyak: 181 kali Tulis komentar

BANDUNG | BBCOM | Pemerintah telah berupaya menekan pandemi covid-19, namun sampai kini penyebaran virus corona masih cukup masif. Hal ini tentunya akan berdampak terhadap melambatnya laju perkonomian, sehingga berdampak juga terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pada awal tahun anggaran 2020, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan pendapatan APBD Jabar sekitar Rp 41, 583 triliun yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 25,233 triliun, dana perimbangan yang diperkirakan sebesar Rp 16,336 triliun. Pendapatan yang sah dari hal lain-lain diperkirakan sebesar Rp 23,199 miliar.

Menurut Wakil Ketua Komisi III DPRD Jabar, H. Sugianto Nangolah, SH,MH, melihat kondisi saat ini dan beberapa hari kedepan, dimana pandemi covid-19 masih terus menyebar hampir diseluruh wilayah Jawa Barat, tentunya target yang dicanangkan Pemprov Jabar akan sulit dapat tercapai, bahkan ada kemungkinan tidak tercapai

Kita di Komisi III DPRD Jabar tetap menjalankan tugas-tugas kedewanan ditengah masih maraknya pandemi covid-19. Bahkan barusan kita pulang dari kegiatan peninjauan kekantor pelayanan Bank bjb Cabang Sumedang dan kantor Samsat Sumedang, ujar Sugianto Nangolah kepada wartawan saat ditemui digedung DPRD Jabar, Senin (6/4-2020).

Saat Komisi III mengunjungi bjb Cabang Sumedang, pihak bjb Sumedang mengatakan bahwa sejak maraknya penyebaran covid -19 khususnya di Kabupaten Sumedang, telah terjadi penurunan drastis tingkat kunjungan dan transaksi keuangan di bjb Sumedang akibat pandemi Covid-19.

Mendengar, apa yang disampaikan oleh pihak bjb Sumedang kepada Komisi III tadi, tentunya memang dampaknya luar biasa besar dan membuat perekonomian lumpuh. Tingkat kunjungan masyarakat ke bjb menurun secara derastis, dan diperkiraan pendapatan akan menurun secara besar-besaran”, ujar Sugianto.

Usai dari kantor bjb cabang Sumedang, kita (Komisi III-red) melanjutkan kunjungan ke kantor Samsat Sumedang. Menurut pihak Samsat Sumedang, sejak merebaknya pandemi covid-19, sampai saat ini cukup banyak masyarakat para pemilik kendaraan baik roda dua atau empat/ lebih belum atau tidak membayar pajak kendaraan /PKB.

Bahkan tadi pihak Samsat Sumedang juga mengatakan, tingkat kunjungan masyarakat sejak buan Maret hingga April sekarang ke kantor Samsat Sumedang turun drastis dan kemungkinan besar pendapatan dari sektor PKB tidak akan mencapai target”, ujarnya.

Lebih lanjut, Sugianto mengatakan, kita semua tentunya berharap, agar wabah pandemi covid-19 ini segera berakhir, sehingga perekonomian Indonesia dan khususnya Jawa Barat kemabli pulih dan berkembang, berjaln normal seperti sebelum ada wabah corona.

Ia juga meminta pmerintah baik pusat maupun provinsi dalam menangani covid-19 harus berdasarkan data dan tidak menjadi konsumsi politik pencitraan.

Musibah wabah covid-19 harus ditangani serius oleh Pemerintah, baik pusat maupun daerah, bekerjalah berdasarkan data dan tidak menjadikan wabah Covid-19 ini sebagai alat pencitraan politik, tandasnya. (ds/red).

Bagikan
Share
BACA JUGA  Pembangunan Jembatan Cicunung Segmen 1 Diduga Bermasalah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *