Situ Cisanti Sudah Jauh Berubah Kini Jadi Objek Berselfi Ria

6 Maret 2018 / 22:03 WIB Dibaca sebanyak: 353 kali Tulis komentar

BANDUNG BBCom– Pangdam III/ Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo bersama Tim Maung Siliwangi telah meninjau ke lokasi Situ Cisanti yang merupakan Hulu Sungai Citarum yang terdapat 7 titik Mata Air dan sehingga sangat pas dijadikan Kilometer Nol Citarum.

Tak lama berselang waktu, pada Medio akhir November 2017, Pangdam III/Siliwangi, mengerahkan sebanyak 400 orang Prajurit Maung Siliwangi “MENYERBU” Situ Cisanti.

Kedatangan 400 Prajurit Maung Siliwangi tersebut tidak lain karena pada saat Pangdam III/Siliwangi melakukan peninjauan kondisi 7 Mata Air Purba dan Situ Cisanti yang berusia lebih kurang 12 juta tahun pada tanggal 21 November 2017, kondisinya sangat mengenaskan.

Kondisi di sekitar Mata Air jauh dari terawat, Situ yang dipenuhi dengan enceng gondok, ganggang merah, sampah plastik dapat dilihat di seluruh kawasan danau, belum lagi gubuk – gubuk para penjual makanan yang terkesan dibangun seadanya juga dapat dijumpai pada saat pertama kali kita menuruni anak tangga menuju Situ Cisanti.

Menurut Pangdam Doni, “Wajar kalo Sungai Citarum kini dijuluki sebagai Sungai Terkotor di dunia, lha wong KM “O” nya saja seperti ini. Ini tidak boleh dibiarkan Prajurit Maung Siliwangi harus segera memperbaiki dan menjaga Situ Cisanti, karena air adalah sumber kehidupan”

Tapi kini situasi tersebut sudah berubah, pada saat kita memasuki gerbang awal pendopo Sawala dengan gagahnya menyambut para pengunjung, Prajurit Maung Siliwangi yang menjaga pintu masuk dengan ramahnya menyambut pengunjung yang datang tanpa perlu membayar biaya masuk.

Setelah menuruni anak tangga pemandangan air situ yang berwarna hijau bening langsung menyambut dan membuat sejuk mata yang memandang, bahkan beberapa perahu LCR yang digunakan oleh Prajurit Maung Siliwangi untuk membersihkan sampah permukaan danau tersusun rapi di pinggir danau.

Pangdam juga menambahkan, kini kondisi Situ Cisanti sudah indah dan bersih. Hal ini berkat kerja keras Prajurit Maung Siliwangi bersama- sama Pemerintah Daerah , elemen masyarakat, dan termasuk juga dukungan masyarakat sekitar Situ Cisanti.

“Kondisi Situ Cisanti kini sudah jauh berubah. Sehingga kini mulai masyarakat dari berbaagai daerah mulai berdatangan dan. Berselfi ria. Pokoknyaa rugi kalo tidak datang langsung ke Situ Cisanti”, ujar Pangdam

Kenapa.dikatakan. rugi kalao tidak menyaksikan langsung kondisi Cisanti. .. ? karena di sisi kiri akan ditemukan “dermaga cinta” sebagai salah satu spot yang menarik bagi pengunjung untuk berfoto ria dan disisi jauh tulisan KM “0” Citarum dengan warna yang menarik juga bisa digunakan sebagai background foto.

Bila kita jeli dan berjalan menyusuri sisi kanan danau pada pagi hari pukul 06.30, dengan menggunakan kamera kita akan dapat menangkap pantulan langit biru dengan awannya termasuk beberapa pohon menghiasi air situ yang tenang tidak bergerak, bahkan tidaklah berlebihan bila Pangdam Doni mengatakan “ Ngapain jauh – jauh foto di danau Swiss, Indonesia juga punya namanya Situ Cisanti “

Tapi jangan berhenti sampai disitu, terus langkahkan kaki anda menuju Mata Air Utama, disana anda akan temui Mata Air Purba dengan usia 12 juta tahun terlihat berwarna hijau kebiruan terlihat sampai dasar. Berdasarkan informasi yang diberikan oleh Penjaga Mata Air secara turun temurun “Kalo kita teliti melihat disalah satu batang pohon yang tersandar didalam danau, ada bekas telapak kaki Prabu Siliwangi yang konon dulu sering bersemedi ditempat tersebut” taandasnya. ( pen/ red).

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *