Sebanyak 60 Orang Peserta dan Pengurus Fokusmaker Ikuti Rakoorcab

9 Juli 2019 / 07:54 WIB Dibaca sebanyak: 367 kali 1 Komentar

BANDUNG BBCOM–Badan Koordinasi Cabang Forum Komunikasi Studi Mahasiswa Kekaryaan (Fokusmaker) Kabupaten Bogor, gelar Rapat Kooedeinasi Cabang (Rakorcab). Rakoorcab yang digelar selama 3 (tiga) hari ini bertempat di Hotel Gerbera Cipayung Bogor dari tanggal 27 s.d 29 Juni 2019.

Rakoor yang diikuti oleh 60 orang peserta dan pengurus bakorcab, merupakan salah satu agenda rutin  yang diselenggarakan sebagai upaya dari pola ‘treatmen’ untuk menyegarkan atmosfer berorganisasi bagi organisasi kepemudaan yang dianggap memiliki progres bagus dalam mengimplementasikan tuntutan usia pemuda dan pengelolaan organisasi

Pada sesi pembukaan kegiatan kamis (27/06), Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Barat Engkus Sutisna, ST, MT menekankan tentang pentingnya organisasi kepemudaan untuk menyelesaikan agenda kaderisasi dan sirkulasi kepengurusan. Tanpa kedua hal tersebut, maka sangat sulit bagi organisasi kepemudaan untuk bertahan apalagi berkembang.

“Pemerintah, dalam hal ini Dispora, menyediakan fasilitas kegiatan bagi organisasi kepemudaan yang dianggap memiliki performa baik dalam mengelola organisasi nya sebagaimana amanat Perda Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Pedoman Pelayanan Kepemudaan,”ujar Engkus

Lebih jauh Engkus menegaskan, tentang upaya yang harus terus dilaksanakan oleh organisasi kepemudaan untuk menyediakan dan menyiapkan kader-kadernya agar mampu menjawab tantangan zaman yang membutuhkan skill dan kematangan berpikir dalam menyikapi dunia yang sangat dinamis dan terbuka.

Kepala Seksi Tenaga dan Organisasi Pemuda, Drs. Nino Risno, M.Pd yang ditemui disela-sela kegiatan, menambahkan, tentang kesulitan banyak organisasi kepemudaan dalam merekrut anggota baru karena kegagalan memahami tipikal pemuda. Hari ini, pemuda justru melihat bahwa organisasi kepemudaan yang ada sudah tidak menarik lagi dan membosankan.

Karena munculnya komunitas-komunitas pemuda menjadi semacam jawaban atas kegagalan organisasi kepemudaan untuk tampil dengan wajah yang menarik. “Jika organisasi kepemudaan hari ini tidak memahami itu, hanya masalah waktu saja organisasi kepemudaan akan kehilangan eksistensinya,” pungkas Nino.

Bagikan
Share

1 Komentar

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *