KOTA CIREBON | BBCOM – SDN Guntur Kota Cirebon menyatakan komitmennya untuk memberikan pendampingan pendidikan kepada Lovanya Evelyn Kautsar, siswi kelas VI-A yang menjadi satu-satunya korban selamat dalam kecelakaan maut di kawasan Tanjakan Gronggong, Kabupaten Cirebon, Senin (13/7/2026).
Dalam peristiwa tersebut, Lovanya kehilangan ayahnya, Enggar A. Kautsar, ibunya, Neneng Intan Permatasari, serta adik bayinya yang berusia tujuh bulan. Saat ini Lovanya masih menjalani perawatan di RSD Gunung Jati.
Kepala SDN Guntur, Aninditto, mengatakan pihak sekolah menerima kabar duka tersebut pada Senin sore sekitar pukul 16.00 WIB. Setelah memastikan informasi yang diterima, ia bersama sejumlah guru langsung menjenguk Lovanya di rumah sakit.
“Kami mendapat kabar pada sore hari. Setelah memastikan informasi tersebut benar, kami bersama para guru langsung ke rumah sakit untuk melihat kondisi Lovanya,” ujar Aninditto saat dihubungi, Selasa (14/7/2026).
Menurut Aninditto, Lovanya dikenal sebagai siswi yang berprestasi, santun, dan memiliki perilaku yang baik sehingga kabar musibah tersebut menjadi duka mendalam bagi keluarga besar sekolah.
Sebagai bentuk kepedulian, jajaran guru SDN Guntur juga menghadiri prosesi pemakaman keluarga korban di Desa Sukarasa, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, pada Selasa pagi. Selain itu, sekolah menggalang donasi dari warga sekolah yang telah disalurkan kepada keluarga korban untuk membantu kebutuhan pengobatan Lovanya.
Aninditto menegaskan, pihak sekolah akan memastikan hak pendidikan Lovanya tetap terpenuhi setelah kondisi kesehatannya memungkinkan untuk kembali belajar.
“Jika nanti Lovanya sudah pulih secara fisik dan mental, sekolah siap memberikan layanan pendidikan terbaik agar ia dapat melanjutkan pendidikannya,” katanya.
Berdasarkan informasi yang diterima pihak sekolah, Lovanya juga harus menjalani tindakan amputasi akibat luka berat yang dialaminya dalam kecelakaan tersebut. SDN Guntur berharap keluarga besar korban dapat terus memberikan pendampingan dan dukungan bagi proses pemulihan fisik maupun mental Lovanya. (bud/dbs)















