oleh

Preman Berkedok Jukir Dibekuk Tim Macan Polres Ogan Ilir

INDRALAYA | BBCOM | Preman berkedok juru parkir di Kabupaten Ogan Ilir ditangkap oleh Tim Macan Polres Ogan Ilir, Kamis (11/6/2021) malam.

Pelaku yakni Nazwandi ditangkap basah sedang pungli sebuah rumah makan dan gerai minimarket di Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Hal ini dilakukan Polres Ogan Ilir sebagai menindaki intruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, untuk membasmi premanisme.

Hasilnya, Tim Macan Satreskrim Polres Ogan Ilir dipimpin Kanit Pidum, Ipda Harri Putra Makmur berhasil mengamankan seorang preman yang sedang beredar di depan deretan ruko di kilometer 35 jalan lintas Palembang-Kayuagung di Indralaya.

“Semalam anggota kami mengamankan seorang preman berkedok juru parkir di depan sebuah rumah makan dan gerai minimarket di Indralaya,” kata Kapolres Ogan Ilir, AKBP Yusantiyo Sandhy didampingi Kasat Reskrim, AKP Robi Sugara, Sabtu (12/6/2021).

Saat petugas sedang berpatroli, petugas melihat juru parkir tersebut meminta uang kepada pengendara yang berbelanja ke minimarket.

Padahal kata Yusantiyo, pihak minimarket sudah menyetor retribusi kepada pemerintah, sehingga tidak perlu lagi membayar iuran atau biaya apapun.

“Karena meresahkan masyarakat, anggota kami pun mengamankan jukir liar tersebut,” ujarnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan, jukir diketahui bernama Nazwandi (25 tahun) itu sering meminta uang secara paksa kepada warga yang berbelanja.

“Jika kendaraan yang sehabis parkir tidak bersedia memberi sejumlah uang, maka pelaku langsung mengejar dan tidak segan melakukan kekerasan,” ungkap Yusantiyo.

“Jika kendaraan yang sehabis parkir tidak bersedia memberi sejumlah uang, maka pelaku langsung mengejar dan tidak segan melakukan kekerasan,” ungkap Yusantiyo.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan uang hasil pungli di saku celana pelaku sebesar Rp 31 ribu.

Pelaku beserta barang bukti lalu dibawa ke Mapolres Ogan Ilir untuk diperiksa intensif.

Yusantiyo menegaskan akan terus menindak aksi premanisme dengan berbagai kedok, demi keamanan dan kenyamanan masyarakat di wilayah hukum Polres Ogan Ilir.

“Instruksi Kapolri untuk menindak aksi premanisme dan pelaku kejahatan konvensional lainnya yg meresahkan masyarakat. Maka kami siap melaksanakannya,” tegas Yusantiyo.

Sementara pelaku berkilah tak pernah memaksa warga untuk membayar uang parkir padanya.

“Astagfirullah, tidak pernah saya (memaksa minta uang). Kalau dikasih seikhlasnya alhamdulillah diterima, kalau tidak dikasih juga tidak apa-apa,” kata pria bertato ini.(Hms)

Komentar