,

Polres Banjar Bentuk Tim Lidik “Terkait Sunat Dana Bantuan Bencana di Desa Sukamukti”

11 Oktober 2018 / 20:30 WIB Dibaca sebanyak: 387 kali Tulis komentar

BANJAR,BBCom – Beredarnya rekaman percakapan yang di duga perangkat Desa Sukamukti dengan Sutarman Korban dari dampak bencana yang menghebohkan warga Desa Sukamukti Kecamatan Pataruman kota Banjar. mendapat tanggapan dari Kapolres Banjar AKBP Matrius.

Menurutnya, untuk mencari kebenaran tentang sumber rekaman percakapan tersebut, Polres Banjar sudah membentuk tim untuk melakukan penyelidikan.

“Kami bentuk tim untuk lidik kebenarannya,” kata Kapolres (11/10).

Sebelumnya, beredar rekaman percakapan terkait dana bantuan bencana yang diduga disunat,mencatut nama Kades Sukamukti Yosep Firmansyah dan Haerudin atau biasa di panggil Iyeng ini merupakan ekbang Desa Sukamukti.

Dalam isi rekaman yang berdurasi 12.30 menit itu diduga merupakan percakapan korban yang terkena bencana longsor, Sutarman, warga Dusun Sukamulya RT 2/Rw1, Desa Sukamukti dengan Ekbang Desa Sukamukti Haerudin.

Sementara Sutarman yang merupakan korban bencana longsor juga membenarkan bahwa isi rekaman tersebut merupakan percakapan dirinya dengan Ekbang Desa Sukamukti Haerudin. Sekaligus menjelaskan, tentang dana yang diterima oleh dirinya Rp 3,5 juta dari jumlah total bantuan sebesar Rp15 juta.

Menurut Sutarman uang Rp3.5 juta itu dia terima dari Ekbang Desa Sukamukti Iyeng (Haerudin).

“Saya hanya terima  Rp 3.5 juta dari Iyeng sampai sekarang uang tersebut masih ada,” kata Sutarman.

Ketika ditanya mengenai sisa uang  dari total bantuan Rp15 juta tersebut, Sutarman mengatakan, Rp 5 juta di ambil oleh Iyeng. Dia juga mengaku tidak tahu anggaran tersebut dari mana sumbernya karena tidak diterima langsung dirinya. Selain Iyeng, Kades Sukamukti Yosep Firmansyah yang lagi cuti karna mencalonkan diri dalam pemilihan kepala Desa juga sempat menghubunginya dan meminta bagian yang sama dengan Iyeng.

“Saya tidak tahu dana batuan dari mana, karna saya tidak memerima langsung,dan saya juga di telepon Kades dan meminta bagian yang sama dengan Iyeng, yaitu sebesar Rp 5 juta, saya menerima 3,5 juta dan yang 1,5 habis di bagikan di Dinas PU,” ungkap Sutarman. (Johan)

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *