oleh

Polisi Tangkap IRT dan Gadis di Indralaya, Edarkan Ekstasi Dalam Bungkus Permen

INDRALAYA | BBCOM | Berbagai macam modus dilakukan pengedar narkoba agar menghindari kecurigaan polisi. Seperti yang dilakukan dua orang perempuan di Indralaya ini. Wanita bernama Sumi (36 tahun) dan Lia Agustin (19 tahun), dua orang perempuan kurir ekstasi yang biasa beredar di wilayah Indralaya dan sekitarnya.

Kedua orang perempuan ini mengedarkan pil ekstasi dengan cara mengemas ekstasi dalam bungkus permen.

Namun akhirnya, modus mereka ketahuan juga oleh petugas Unit 2 Satresnarkoba Polres Ogan Ilir.

“Dua orang kurir narkoba jenis pil ekstasi berhasil kami amankan,” kata Kapolres Ogan Ilir, AKBP Yusantiyo Sandhy didampingi Kasat Resnarkoba, AKP Zon Prama.

BACA JUGA  Tega Orang Tua Sengaja Tinggalkan Bayi Perempuan di Warung

AKBP Yusantiyo Sandhy menerangkan, penangkapan terhadap dua orang ini berawal dari laporan masyarakat.

Polisi yang melakukan penyelidikan menemukan fakta di lapangan, peredaran pil ekstasi ini dengan cara mengemasnya dalam bungkus permen.

“Anggota kami melakukan penyelidikan dan ternyata pengedar pil ekstasi dalam bungkus permen ini adalah dua orang perempuan ini,” terang Yusantiyo.

Polisi pun lalu menciduk kedua tersangka di wilayah Desa Tebing Gerinting, Kecamatan Indralaya Selatan.

Saat menggeledah kedua tersangka, polisi menemukan pil ekstasi dalam bungkus permen tersebut di dalam tas selempang milky tersangka.

“Barang buktinya ada 19 butir pil ekstasi total berat 8,29 gram,” ungkap AKBP Yusantiyo Sandhy.

BACA JUGA  Beginilah Aksi Empat Orang Srikandi Relawan Peduli Api di Kab OKI

Barang bukti lainnya berupa satu unit sepeda motor dan dua unit handphone, diduga untuk menunjang kegiatan peredaran ekstasi, juga diamankan polisi.

Polisi berpangkat melati 2 ini kembali menjelaskan, berdasarkan pengakuan kedua tersangka, mereka merupakan pengedar.

“Jadi dua orang ini bertugas mengedarkan pil ekstasi tersebut. Siapa bandarnya? Ini yang sedang kita dalami,” terang Yusantiyo.

Sementara kedua tersangka tak bersedia memberikan keterangan saat ditanya wartawan. “Tidak tahu saya, Om,” kata tersangka Sumi saat akan kembali dimasukkan ke dalam tahanan. (pn/hms)

Komentar

Berita Terbaru