oleh

Mitra Bukalapak Kini Bisa Belanja dengan Bayar Tempo

JAKARTA | BBCOM | Bukalapak meluncurkan fitur Bayar Tempo sebagai solusi pembiayaan untuk menjaga ketahanan dan kelangsungan bisnis Mitra, terutama di masa pandemi ini. Fitur ini merupakan fasilitas limit kredit yang dapat digunakan sebagaialternatif metode pembayaran bagi Mitra Bukalapak untukmengisi ketersediaan produk grosir dan juga untuk melakukantransaksi pembelian produk virtual di aplikasi Mitra Bukalapak.

Keterangan Foto: AVP Investment & Financing Solutions Bukalapak Dhinda Arisyiya bersama Head of Business Development Indodana Timothy Prawiromaruto dan Financial Planner Muhammad Kharisma,

Berkolaborasi bersama platform peer to peer (P2P) lending Indodana yang sudah memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan(OJK), pada tahapan awal Fitur Bayar Tempo ini menyasarhingga ratusan ribu Warung Mitra Bukalapak yang aktifberbelanja dan berada dalam cakupan wilayah kerja rekananpenyedia fasilitas pembiayaan. Fitur ini selanjutnya secarabertahap akan terus disempurnakan agar bisa dinikmati oleh lebihbanyak lagi pemilik warung Mitra Bukalapak di seluruhIndonesia.

AVP of Investment & Financing Solutions Bukalapak DhindaArisyiya menuturkan, fitur Bayar Tempo ditujukan sebagailayanan yang menjawab kebutuhan esensial Mitra Bukalapak. “ Kami menyadari masih terbatasnya akses terhadap produkpinjaman bagi UMKM dari sisi permodalan, terutama di tengahsituasi pandemi ini. Fitur Bayar Tempo ini kami hadirkan sebagaisalah satu solusi untuk membantu warung Mitra Bukalapak tetapbisa berjualan dan memiliki kemudahan transaksi walaupunbelum sempat melakukan top up di aplikasi Mitra Bukalapak. Inijuga merupakan langkah kami untuk terus menjaga pilar ekonomiIndonesia,” jelasnya.

BACA JUGA  PWI Menolak Hadirnya Pasal Menghalangi Kemerdekaan Pers

Fitur Bayar Tempo memungkinkan pemilik warung mitraBukalapak menerima sejumlah limit pinjaman yang dapatdigunakan berulang kali tanpa batas dan dapat dibayarkankapanpun sebelum tanggal jatuh tempo. Jika warung Mitra membayar tagihan sebelum tanggal jatuh tempo, limit miliknyaakan kembali seperti semula dan bisa dipakai untuk belanja lagi. Untuk memberi kemudahan, Bukalapak juga tidak menerapkansistem bunga melainkan hanya 1 kali biaya layanan di awal bulanyang akan dikenakan apabila Mitra Bukalapak menggunakanlimitnya.

“Kami ingin Mitra bisa tenang melakukan transaksi dan bisakapanpun ‘Belanja Duluan, Bayar Belakangan. Kami mengutamakan proses persetujuan yang cepat dan tidakmenerapkan sistem bunga,” tambah Dhinda. Ia menambahkan, selain untuk mendorong kesetaraan ekonomi, kedepannya fitur inijuga dimaksudkan untuk menjadi solusi pembiayaan bagi 1,8 jutawarung Mitra Bukalapak.

Nurmai Awinda, salah satu pemilik warung Mitra Bukalapakdi Tangerang, mengaku senang dengan adanya kemudahan ini. “Pas tau ada Bayar Tempo, saya langsung coba, ternyata mudahurusnya gak ribet. Tinggal daftar aja, isi biodata, terus nunggudiverifikasi. Hari berikutnya eh kita sudah bisa pake. Mantab sihini, sangat membantu bagi para warung biar modal lebih banyaklagi. Saya aja udah pake nih yang ke 2 kalinya,” ujarnya.

BACA JUGA  Titiek Soeharto : Negara Harus Kembali Masyarakatkan Olahraga

Senada dengan Bukalapak, Indodana juga menekankanpentingnya pelayanan yang berfokus pada kemudahan, kecepatandan keamanan dalam mendapatkan pinjaman untuk memenuhikebutuhan finansial masyarakat Indonesia. Head of Business Development Indodana, Timothy Prawiromaruto mengatakan“Kami sangat bangga bisa meluncurkan produk Bayar Tempo inidengan salah satu platform e-commerce terbaik di Indonesia yang berfokus pada produktivitas UMKM nasional.”

Indodana akan terus mengembangkan offering produk pinjamanproduktif di sektor UMKM untuk terus meningkatkan inklusikeuangan. Hingga saat ini, pembiayaan produktif di Indodanasudah mencapai 30% dari portofolio pembiayaan.

“Para pelaku UMKM memiliki peran yang sangat signifikan di dalam perekonomian Indonesia. Menurut data Badan Pusat Statistik, UMKM menyumbang lebih dari 60% Produk DomestikBruto. Tapi di sisi lain kami melihat bahwa justru disinilahkebutuhan pembiayaan terbesar yang masih belum dipenuhi oleh perbankan konvensional. Tepatnya masih ada kekuranganpembiayaan 1.000 triliun Rupiah per tahun untuk UMKM. Oleh karena itu peluncuran produk seperti ini sangatlah penting” terangTimothy. (rls/bb)

Komentar