Melihat Surga Di Atas Permukaan Laut

30 Juni 2019 / 13:33 WIB Dibaca sebanyak: 186 kali Tulis komentar

Foto : Sosok Damar bersama motor trailnya saat ditemui di salah satu tempat wisata di Bandung.

Ketika hati sudah jatuh cinta pada alam semua pasti akan terasa sangat sejuk. Indonesia memiliki banyak sekali alam semesta yang sungguh luar biasa cantik. Kecantikan alam Indonesia inilah yang menjadi daya tarik bagi para pendaki gunung khususnya kaum muda untuk ingin ikut merasakan bagaimana menikmati alam ini. Mungkin tidak banyak orang yang senang untuk mendaki gunung. Tapi bagi Damar,mendaki gunung untuk bertemu surga diatas permukaan laut adalah hal yang sangat ia cintai.

Untuk mendaki gunung tentu saja tidak bisa sembarangan dalam persiapannya. Tentu perlengkapan mendaki ,kebutuhan makanan yang lengkap sangat diutamakan,namun di samping itu juga harus mencari tahu bagaimana karakteristik dan keadaan pada gunung tersebut. “Setiap gunung memiliki karakteristiknya sendiri. Mulai dari letak geografis, kondisi fisik gunung (vulkanologi), sejarah, flora & fauna, tempat-tempat menarik.  Dan yang paling penting informasi tentang medan pendakian, waktu tempuh perjalanan, waktu tempuh pendakian.” itulah dikatakan Harry Wijaya di dalam bukunya yang berjudul  “Jejak Sang Petualang”.  

Damar Jati Pranandaru seorang pria yang sangat mencintai alam. Kecintaan nya terhadap alam Indonesia tentu saja sudah ia tunjukan dengan mencoba mendaki dari gunung ke gunung. “Dulu awal mula saya naik gunung itu ke Gunung Telomoyo yang di Jawa Tengah. Baru pertama naik gunung berasa juga pegal-pegal. Tapi ketika sampai di atas puncak,saya merinding hampir menangis malah. Saya bersyukur bisa sampai di atas dan saya bisa melihat seluruh tempat dari puncak gunung ini. Capek saya terbayar. Saya kaya lihat surga di atas gunung. Adem banget mba hati saya” ucapnya sambil memegang dada.

Mencintai  alam baginya juga harus mencintai lingkungan sekitar. Khusunya bagi para pendaki gunung  ,Damar sangat marah ketika melihat teman ataupun bukan teman yang bertemu di gunung dan meninggalkan sampah berserakan begitu saja. “Alam itu hidup mba,kalo sampah aja kita malas buang lalu mau lihat keindahan alam dimana lagi kalau alam itu sendiri sudah kotor?” jelasnya sambil menguncir rambut yang sudah sedikit gondrong itu.  

Saat menikmati keindahan alampun Damar juga memberi saran bahwa kondisi fisik merupakan salah satu hal yang sangat penting. “Kalau sudah merasa lelah dan pusing ya berhenti. Minum air putih dan makan makanan yang sudah kita bawa. Jangan terus dipaksakan hingga ke puncak karena tanggung. Kalau diabaikan kondisi sepert itu bisa bahaya. Lebih baik duduk dulu,istirahat” kata Damar.

Mau menikmati alam,mau merasakan kedamaian  tentu tidak mudah. Banyak sekali persiapan yang harus dilakukan. Alampun harus tetap pula kita jaga agar terus dapat dinikmati oleh anak cucu nantinya. “Jagalah alam dan terus mendaki hingga lelah” pesan Damar untuk para pengisi bumi. (Cornelia Zenia/PNJ)

 

 

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *