Lari Pagi atau Belanja Pagi?

22 Juni 2019 / 07:51 WIB Dibaca sebanyak: 228 kali Tulis komentar

Source: google

Minggu pagi saya mengunjungi bundaran HI untuk sekadar berolahraga di kegiatan Car Free Day atau biasa disingkat CFD. Car Free Day adalah hari bebas kendaraan bermotor. Kegiatan ini dilaksanakan di Jalan Sudirman sampai Jalan MH Thamrin. Jalanan dibebaskan dari kendaraan yang biasanya berlalu lalang. Untuk Anda yang gemar berolahraga seperti lari pagi atau bersepeda, sangat disarankan untuk pergi ke sini. Berbagai kalangan boleh hadir disini. 

Tidak hanya dipenuhi manusia, CFD juga dipenuhi pedagang kaki lima yang menjualkan dagangannya. Dari berjualan di pinggir trotoar hingga berjualan di pinggir jalan. Ramainya orang yang datang membuat banyak pedagang berinisiatif untuk menjual berbagai macam barang tidak hanya makanan dan minuman namun juga pakaian baru maupun bekas, aksesoris, peralatan rumah tangga sampai jebakan tikus pun tersedia disini. 

Alih-alih melakukan lari pagi, orang-orang lebih memilih untuk berbelanja dan berburu kuliner seperti ketoprak, bubur ayam, lontong sayur, nasi uduk, dan masih banyak lagi. Harga yang terjangkau menjadi salah satu faktor utama masyarakat tertarik untuk kesini. Bahkan tak sedikit orang yang datang hanya untuk sekadar sarapan. 

Selain itu, di CFD juga terdapat kumpulan komunitas seperti komunitas indonesia work out, komunitas pecinta anjing, dan sebagainya. Mereka memanfaatkan kegiatan CFD ini untuk memperkenalkan dan secara tidak langsung mempromosikan komunitas mereka secara gratis.

Di lain sisi, banyak masyarakat merasa tidak nyaman akibat jalanan terasa sempit.  Jalanan yang semestinya digunakan untuk berjalan santai ataupun jogging malah disalahgunakan para pedagang untuk berjualan.

Saya datang ke CFD  sebenarnya bukan untuk berolahraga melainkan menemani istri saya yang ingin sekali belanja barang atau pakaian murah, jadi selagi istri belanja, saya berburu kuliner saja”, ujar Wawan. Ia adalah salah satu dari sekian orang yang datang ke CFD.

Entahlah, sepertinya kegiatan CFD mulai kehilangan esensi dan maknanya sendiri. Namun kegiatan seperti ini harus tetap berlanjut karena dibalik semua kekurangannya, CFD juga tak lepas dari pengaruhnya untuk mengurangi pencemaran udara dan juga kemacetan. Mari kita bersama-sama mengembalikan fungsi CFD seperti semula! (Marshelina Tri Utami/Politeknik Negeri Jakarta)

 

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *