oleh

Lakukan Aksi Pengeroyokan Pelajar, AM Diamankan Unit Reskrim PPA Palembang

PALEMBANG | BBCOM | Sekelompok remaja melakukan aksi pengeroyokan kepada pelajar yang bersekolah di SMA favorit di Kota Palembang.

Alhasil dari aksi tersebut,salah satu pelaku AM (18) berhasil diamankan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Palembang.

Dimana korban RH (17). Usai kejadian langsung dibawah ke dalam sekolah diberikan pertolongan di unit kesehatan siswa (UKS). Lantaran kepalanya bocor setelah di keroyok tiga remaja disekitaran lingkungan sekolah.

Kasat Reskrim Kompol Tri Wahyudi melalui Kanit PPA Polrestabes Palembang Iptu Fifin menjelaskan, kejadian pengeroyokan terjadi pada Jumat (9/4/2021) pukul 09.00 WIB di salah sekolah di Jalan Mayor Zurbi Bustan.

BACA JUGA  Satlantas Polres Ogan Ilir Beri Kemudahan Pembuat SIM

“Ya kita tangkap salah satu pelaku pengeroyokan pelajar.Dimana AM perannya ikut memukul dan menendang pelaku. Sedangkan dua pelaku lagi GN (18) dan AL (18) masih dalam pengejaran,”katanya saat dibincangi di ruangannya Sabtu,(10/4/2021).

Lanjut Fifin, dua pelaku lainnya GN (18) yang memecahkan kepala menggunakan batu dan AL (18) ikut juga dalam pengeroyokan.

“Kita proses sesuai hukum yang berlaku atas dasar laporan keluarga korban,”pungkasnya

Saat dibincangi pelaku GN menjelaskan, awalnya mereka lagi nongkrong didekat TKP. Lalu korban menggunakan sepeda motor hendak masuk ke dalam sekolah.

“Temen saya GN langsung bilang sengak budak ini. Akhirnya terjadi perkelahian mereka berdua AL ikut juga. Saya awalnya melerai mereka,”katanya.

BACA JUGA  Polri Akan Melakukan Pengawasan Ketat Alat Tes Covid 19

Dilanjutkannya warga sekitar juga sempat melerai perkelahian itu. Setelah tidak lagi berkelahi GN tiba-tiba mendatangi korban.

“Nah saya memegangi GN jangan berkelahi. Tapi korban memukul saya, makanya saya juga memukul dan menendang dia akhirnya. GN mengambil batu memukul kepalanya,”ujarnya.

Setelah perkelahian kami langsung meninggalkan lokasi. Dia melihat GN datang lagi sambil membawa senjata tajam datang lagi ke lokasi. Lalu tidak lama dia juga pergi.

“Saya menyesal, awalnya permasalahan dari GN yang mengatakan korban itu sengak,” ucapnya. (hms/rd)

Komentar