Kota Tua, Primadona Warga Jakarta

23 Juni 2019 / 17:34 WIB Dibaca sebanyak: 472 kali Tulis komentar

Dokumentasi : Pribadi

Di depan Stasiun Jakarta Kota, terlihat orang-orang berjalan keluar lewat pintu utara stasiun. Mereka terdiri dari berbagai kalangan, dari yang muda hingga yang tua serta anak-anak dan orang dewasa. “Ayo cepat Bunda, kita main sepeda di sana,” rengek anak perempuan kepada Ibunya. Dari Pintu Keluar Utara Stasiun Jakarta Kota, terdapat Wisata Kota Tua yang ikonik bagi Warga Jakarta. Terlihat beberapa sekelompok anak muda dan anak-anak beserta orangtuanya sedang berjalan ke Kota Tua untuk sekadar rekreasi atau melupakan beban hidup untuk sementara waktu.

Kota Tua atau yang dikenal dengan Oud Batavia adalah destinasi favorit bagi masyarakat, terutama Warga Jakarta. Kota Tua menjadi pilihan masyarakat untuk menghabiskan waktu di akhir pekan.

Untuk menuju ke Kota Tua, pengunjung harus berjalan kaki dari Stasiun Jakarta Kota. Jika  membawa kendaraan pribadi, pengunjung dapat memarkirkannya di tempat yang telah disediakan.

Wisata Kota Tua dapat dicapai menggunakan KRL dan Bus Transjakarta. Akses yang mudah serta tidak dikenai biaya masuk membuat Kota Tua menjadi tempat wisata favorit masyarakat.

Selain berekreasi, masyarakat juga dapat belajar sejarah lewat museum-museum di Kota Tua, seperti Museum Fatahilah dan Museum Wayang. Banyak masyarakat datang ke museum ini untuk melihat Koleksi Prasejarah Jakarta.

Setelah puas dengan melihat-lihat museum, pengunjung dapat mencoba menaiki sepeda onthel warna-warni yang menghiasi alun-alun Museum Fatahilah. Sepeda Onthel

Yuni, salah satu pengunjung, mengaku memilih menghabiskan waktu di Kota Tua karena selain harganya murah, juga dapat dijangkau oleh kendaraan umum.

Yuni datang ke Kota Tua bersama ke 2 anaknya. Mereka bertiga pergi ke Kota Tua dari Kemayoran dengan naik KRL dari stasiun Kemayoran. “Disini cuma pengen jalan-jalan aja sama anak-anak, sekalian mau coba naik sepeda onthel,” ungkap wanita yang sehari-harinya merupakan Ibu Rumah Tangga.

Selain itu, terlihat pengunjung sedang asyik berfoto di Kawasan Kota Tua. Gaya arsitektur Kota Tua yang merupakan campuran antara Eropa dan Asia membuat Kota Tua menjadi fotogenik. Kota Tua menjadi destinasi favorit para fotografer untuk memotret. Kota Tua seringkali menjadi lokasi foto Pre-Wedding.

Setelah puas berkeliling, pengunjung dapat mengisi perut di Cafe Batavia. Jika ingin mengisi perut dengan makanan dan minuman harga ringan di kantong, Kota Tua juga terdapat jajanan khas Jakarta yang terdapat di trotoar dekat akses masuk ke Kawasan Kota Tua. Harganya pun pas di kantong. Sebut aja pedagang kerak telor, es selendang mayang, gado-gado, dan ketoprak yang tidak pernah sepi dari pengunjung.

Kota Tua adalah destinasi favorit bagi masyarakat untuk menghabiskan akhir pekan, terutama Warga Jakarta. Selain mudah dijangkau, Kota Tua juga memberikan wisata edukasi kepada pengunjung berupa museum, seperti Museum Fatahilah dan Museum Wayang.

Meskipun berada di tengah hiruk  pikuk Kota Jakarta, nuansa tempo dulu Jakarta masih terasa kental. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya ojek sepeda onthel di sekitar kawasan Kota Tua dan gaya arsiktekur Kota Tua yang mengingatkan kita akan Jakarta tempo doeloe.

Pada siang hari, kawasan Kota Tua tampak unik dan berseni. Hal itu dibuktikan dengan adanya sejumlah musisi yang sering tampil di kawasan Kota Tua, seniman patung yang mengenakan kostum pahlawan, serta seniman tatto di alun-alun Kota Tua.

Mulai sore hari, kawasan Kota Tua mulai dipadati oleh pengunjung, terlebih jika di hari libur dan cuaca cukup cerah. Para pengunjung berkeliling menikmati pemandangan Jakarta tempo dulu. Matahari mulai terbenam, langit mulai berubah menjadi jingga sehingga tercipta pemandangan klasik menghiasi Kawasan Kota Tua yang dapat dinikmati oleh pengunjung.

Itulah Kota Tua, meskipun tempat ini memiliki gaya tempo dulu, Kota Tua menjadi destinasi favorit pengunjung untuk menghabiskan waktu. Keberadaannya tak akan pernah pudar oleh waktu dan mempunyai tempat tersendiri di hati pengunjung, terutama warga Jakarta. (Audia Natasha Putri-Politeknik Negeri Jakarta)

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *