Kota Cirebon di Minati Investor,Data Capaian Rencana Investasi Tembus Rp.3.23 Triliun

KOTA CIREBON I BBCOM – Peminat investasi di Kota Cirebon masih menunjukkan tren positif sepanjang semester pertama 2026.

Mengacu Data pada Sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS RBA), nilai rencana investasi yang diajukan para investor pada periode Januari hingga Juni 2026 mencapai sekitar Rp3,23 triliun.

Dari total tersebut sebanyak 14.892 investor, investasi masih didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Tercatat sebanyak 14.811 investor domestik mengajukan rencana investasi dengan nilai mencapai sekitar Rp2,45 triliun.

Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) berasal dari 81 investor dengan total nilai rencana investasi sekitar Rp783,43 miliar.

Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman mengatakan capaian tersebut menunjukkan Kota Cirebon masih menjadi daerah yang menarik bagi para investor, meskipun memiliki keterbatasan dari sisi luas wilayah maupun jumlah penduduk.

Menurutnya, pemerintah daerah terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif dengan mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki Kota Cirebon.

“Meski memiliki keterbatasan, kami terus mengoptimalkan potensi yang ada dan mengajak para investor untuk berinvestasi di Kota Cirebon,” ujar Iing, Jumat (3/7/2026).

Ia menjelaskan, data OSS RBA yang dihimpun hingga 1 Juli 2026 tersebut merupakan akumulasi pengajuan rencana investasi selama enam bulan pertama tahun ini.

Lebih lanjut, Iing menilai pengembangan kawasan Rebana menjadi salah satu peluang besar yang dapat mendorong peningkatan investasi di Kota Cirebon. Posisi strategis kota sebagai daerah penyangga kawasan tersebut dinilai mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi pelaku usaha.

Karena itu, Pemkot Cirebon terus berupaya memaksimalkan seluruh potensi daerah agar minat investor tetap terjaga dan terus meningkat.

Selain melakukan berbagai upaya di tingkat daerah, pemerintah kota juga menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat dalam mendukung pengembangan kawasan strategis. Langkah ini dinilai penting mengingat tidak seluruh kewenangan pengembangan kawasan berada di tangan pemerintah daerah.

“Kami berharap kolaborasi tersebut dapat memperkuat posisi Kota Cirebon sebagai salah satu daerah penyangga kawasan Rebana sekaligus meningkatkan daya saing investasi,” pungkasnya.(bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *