Kontribusi Nyata Prodi Desain Grafis PNJ pada Desain Kemasan Produk UMKM

7 November 2019 / 19:00 WIB Dibaca sebanyak: 341 kali Tulis komentar

Keberadaan UMKM dengan lebih dari 98 persen berstatus mikro, tersebar di seluruh daerah dan menguasai sekitar 99 persen aktivitas bisnis di Indonesai.

Usaha ini memiliki keunggulan di beberapa faktor, seperti biaya yang relatif rendah, kemampuan fokus yang spesifik, kecepatan inovasi, dan fleksibilitas nasional, sehingga ketika krisis global sempat melanda dunia, kontribusi UMKM dalam gerak ekonomi Indonesia masih mampu berdiri.

Oleh karena itu, keberadaan UMKM memiliki kontribusi yang patut diperhitungkan dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya terhadap produk domestri bruto (PDB) yang tercatat telah tumbuh hingga 60,34 persen.

Tak hanya itu, sektor UMKM juga telah membantu penyerapan tenaga kerja di dalam negeri. Serapan tenaga kerja pada sektor UMKM tumbuh dari 96,99 persen menjadi 97,22 persen dalam periode lima tahun terakhir.

Dengan demikian UMKM dianggap memiliki peran strategis dalam memerangi kemiskinan dan pengangguran, meratakan tingkat perekonomian masyarakat, serta memberikan masukan devisa bagi negara.

Walaupun UMKM memiliki peran penting dan strategis dalam roda perekonomian Indonesia, namun bisnis UMKM ini masih memiliki kelemahan saat beroperasi.

Pemerintah telah melakukan berbagai upaya dalam memberi dukungan agar bisnis UMKM ini bisa berjalan lancar malalui berbagai program mulai dari sokongan dana, pendidikan, pelatihan, penyediaan fasilitas, hingga pendampingan dalam menjalankan bisnisnya.

Program Studi Desain Grafis (Prodi DG) Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) sebagai salah satu unsur pemerintah dalam bidang pendidikan juga turut memberikan kontribusi nyata pada pelaku bisnis UMKM melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).

Salah satu  yang menjadi concern Prodi Desain Grafis pada permasalahan bisnis UMKM adalah pada desain kemasan produk UMKM yang masih kurang ditangani secara serius oleh mereka, sehingga kurang memiliki daya saing di pasar khususnya era pasar digital. Padahal produk-produk mereka tidak kalah kualitasnya dibanding produk-produk sejenis di Asia Tenggara khususnya dan Asia umumnya.

Namun, penampilan luar yang kurang menarik pada akhirnya kurang mampu mengundang konsumen dan bahkan kurang dapat meyakinkan konsumen untuk mengkonsumsi produk UMKM.

Hal ini diantaranya disebabkan oleh ketidakpahaman pelaku UMKM tentang pentingnya desain kemasan terutama dari segi visual desain. Oleh karena itu, Prodi Desain Grafis PNJ bekerjasama dengan Komunitas Sahabat UMKM melalui program  PkM berkomitmen untuk membantu memberikan solusi tentang hal ini.

Fokus utama kegiatan ini tidak sekadar mengedukasi pelaku UMKM melalui workshoptentang pentingnya desain kemasan yang memiliki daya saing, tetapi juga membantu membuatkan desain kemasan yang representatif dan berdaya saing dengan melibatkan tim dosen dan mahasiswa Prodi Desain Grafis PNJ.

Pada workshop yang telah dilaksanakan lebih dulu (10/9/19) di Jakarta Creative Hub, peserta sangat antusias dan bersyukur karena mereka tidak hanya mendapatkan ilmunya namun mendapatkan hasil desain kemasan yang mampu ‘menceritakan’ produk mereka.

Serah terima seluruh desain kemasan produk UMKM kepada para pelaku UMKM tersebut dilaksanakan di Gedung Jurusan Teknik Grafika Penerbitan PNJ (Kamis, 7 Nov 2019). Desain ini diberikan secara gratis oleh tim dari Prodi Desain Grafis PNJ sebagai wujud nyata peran serta mengabdi kepada masyarakat yang hasilnya benar-benar digunakan oleh masyarakat.

“Baru kali ini kami merasakan proses desain kemasan yang serius sehingga hasilnya sangat memuaskan dan sangat mencerminkan karakter masing-masing produk kami. Selama ini kami tahunya membuat desain hanya di gerai-gerai digital printing, jadi hasilnya tidak sebagus seperti ini,” ujar ibu Dwi pemilik UMUM Jakarta Kostum.

Selain bermitra untuk kegiatan pengabdian masyarakat, Prodi Desain Grafis membuka peluang untuk kegiatan lain bagi UMKM yang menyatu dengan perkuliahan dimana sebagian produk mereka juga digunakan menjadi real-project  sebagai real-client yang melekat pada tugas-tugas perkuliahan mahasiswa khususnya yang terkait dalam bidang desain kemasan, pemasaran, dan branding.

Susilawati Thabrany, ketua kegiatan Pengabidan kepada Masyarakat (PkM) tahun 2019 menyampaikan bahwa target dari kegiatan ini adalah membuatkan desain kemasan yang menekankan pada ‘fungsi’ kemasan produk tidak hanya menjadi bungkus suatu produk tetapi juga sebagai alat pemasaran dan media berkomunikasi dengan konsumen. Ciri dari kemasan seperti itu adalah memiliki self service yaitu menarik, dapat mencirikan produk, meyakinkan, dan memberi kesan menyeluruh; consumer affluence yaitu suatu sikap dimana konsumen rela membayar penampilan, ketergantungan, prestise; company and brand image yaitu kemasan yang membantu konsumen mengenali produknya; serta innovational opportunity yaitu adanya inovasi dari manfaat produk yang menguntungkan konsumen.

Harapannya, kontribusi dosen dan mahasiswa Prodi Desain Grafis PNJ ini dapat dirasakan manfaatnya oleh UMKM sebagai salah satu alat promosi ke manca negara. (Penulis Adhita Dian)

 

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *