oleh

Komunitas Pecinta Alam Ciamis,Kunjungi Curug Dengdeng Kalijaya Banjaranyar

CIAMIS | BBCOM | Komunitas pecinta alam Ciamis selatan yang tergabung di dalam Kalakay the gold community mengunjungi Curug Dengdeng, yang berada di aliran  Sungai Zebag, tepatnya di Dusun Wanarasa, RT 28, RW 01, Desa Kalijaya, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Sabtu(25/07/2020)

Curug dengdeng tentunya,sangat berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi objek wisata unggulan di wilayah Kabupaten Ciamis. 

Menurut Informasi yang diperoleh dari Pengurus Karang Taruna Dusun Wanarasa, Imam Khadafi, mengungkapkan bahwa pemandangan alam di Curug Dengdeng ini, sangat indah, dan masih alami, sehingga layak untuk dikembangkan sebagai objek wisata unggulan di wilayah Kabupaten Ciamis. 

BACA JUGA  Ratusan Orang Tenaga Sukwan Kecamatan Pamarican Ancam Mogok Mengajar

“Untuk mengembangkan objek wisata Curug Dengdeng, saat ini yang perlu dibangun, yaitu akses Jalan, untuk menuju lokasi objek wisata tersebut” kata Imam.

“Untuk pengembangan destinasi pariwisata Curug Dengdeng, saat ini perlu dibangun akses Jalan, dan fasilitas-fasilitas pendukung, seperti wc, kamar mandi, kamar ganti, mushola, dan lain-lain,”ungkapnya.

Imam, menambahkan pengunjung selain bisa bisa menikmati keindahan Curug  Dengdeng, dan mandi disekitar Curug, pengunjung juga bisa menikmati keindahan,  dan keasrian, Curug Lisung, Curug Nyiru (Kedung Nyiru), Curug Babi, Curug Panyaweuyan, Curug Nyi Kampeng (Kedung Karang), yang lokasinya berada diatas Curug Dengdeng.

BACA JUGA  Dam Sungai Cikaso Kabupaten Ciamis Longsor

Baehaqi salah satu anggota pecinta alam Kalakay the gold community menjelaskan,untuk menempuh kelokasi Curug Dengdeng berjarak sekitar 1,5  kilometer dari Jalan Raya Banjaranyar.

Untuk kondisi Jalan,akses menuju lokasi sudah menggunakan Rabat Beton, dan dapat ditempuh  dengan menggunakan kendaraan roda dua dan empat,di sini disamping kita di suguhkan dengan pemandangan yang indah,juga kita dapat menikmati air terjun dan berenang di alam terbuka, pungkas Baehaqi. ( Gezul/ Hendra)

Komentar