KAB BANDUNG | BBCOM – Bertempat di Gedng Moch.Toha, Pemkab Bandung, Pada Selasa (9/9/2025) berlangsung acara Konsolidasi Daerah Terhadap Program Strategis Nasional. Hadir pada acara ini Ketua DPRD Kabupaten andung Hj. Renie Rahayu Fauzi, SH, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bandung H. Tarya Witarsa, S.Ag serta anggota DPRD Kabupaten Bandung Hadiat, S.Pd dan Hj. Linda Herlina, S.A.P. Hadir juga Wakil Ketua DPRD RI Dr. H. Cucun Ahmad Syamsurizal, M.A.
Hj. Renie mengatakan, Kehadiran Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat DR. H. Cucun Ahmad Syamsurizal menjadi bukti dukungan dari pusat dan memastikan pentingnya peran DPR RI dalam Program Strategis Nasional berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan rakyat di daerah khususnya di Kabupaten Bandung. “Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Daerah, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung implementasi program strategis nasional di Kabupaten Bandung”, ujar Hj. Renie
Lebih lanjut Hj. Renie mengatakan, Acara konsolidasi ini menjadi forum penting untuk menyelaraskan langkah pembangunan agar setiap program strategis nasional dapat terimplementasi secara efektif di Kabupaten Bandung, serta benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat. “DPRD Kabupaten Bandung mendukung penuh langkah ini sebagai wujud komitmen bersama dalam mewujudkan pembangunan yang lebih maju, merata, dan berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Bandung
Pada kesempatan itu Hj. Renie menyinggung soal SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi). Dikatakannya, diperlukan pendataan masyarakat miskin apalagi miskin ekstrim di daerahnya masing masing jangan sampai ada yang tidak mendapatkan makanan. Karenanya SPPG di Kabupaten Bandung menjadi perhatian. Ketika ada SPPG, ini menjadi fokus perhatian kami. Bukan hanya balita, ibu hamil dan pelajar tetapi juga para jompo. Kami DPRD Kab bandung siap bersinergy dan siap membantu Pemerintah Daerah terkait anggaran untuk program SPPG.
“Mudahan mudahan pertemuan di acara ini menjadi berkah, dan manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat di kabupaten Bandung,” pungkas Hj. Renie. (teddy)















