Kelompok Tani Rapi Jaya Putra Gigit Jari, Hutan Mangrove Dijadikan Objek Wisata Oleh Oknum

18 Februari 2020 / 13:06 WIB Dibaca sebanyak: 206 kali Tulis komentar

INDRAMAYU | BBCOM | Kelompok tani hutan mangrove Rapi Jaya Putra yang ada di desa Babean Ilir kecamatan Pasekan Kabupaten Indramayu Jawa Barat telah menggarap hutan mangrove dikawasan tersebut sejak tahun 2004.

 

Menurut Ketua Kelompok Tani Junaidi, didesa tersebut memiliki tanah timbul yang sangat luas, bahkan masyarakat mempunyai inisiatif untuk melakukan penanaman mangrove dikawasan itu.

“Ini gagasan pada tahun 2004 ada tanah timbul di desa kami yang sangat luas dan masyarakat berinisatif untuk menanami mangrove di tanah timbul tersebut agar bisa menahan abrasi air laut”, ujar Junaidi melalui pesan singkat (17/02)

BACA JUGA  Polres Banjar Bersama Dandim 0613 Ciamis Siap Amankan Pileg dan Pilpres 2019

Dikatakannya, pada tahun 2005 pihaknya telah mengajukan perizinan ke pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Kehutanan bahkan sampai Kementerian Lingkungan Hidup dan Provinsi Jawa Barat, untuk di kelolah oleh masyarakat setempat alhamdullilah permohonan itu diizinkan oleh pusat.

Lebih lanjut dikatakan Junaidi, Provinsi dan kabupaten Indramayu sejak tahun 2005 masyarakat sudah mendapatkan ijin, sehingga masyarakat bersemangat untuk melakukan menghijaukan di tanah timbul tersebut.

BACA JUGA  Kamtibmas di Wilayah Kota Banjar, Terus Terjaga Dengan Aman dan Kondusif

“Awalnya hanya 300 hektar, sekarang sudah kita tanam sekitar seribu hektar lebih” tutur Junaidi

Anehnya, setelah menjadi Indah dan hijau hutan mangrove di tanah timbul tersebut yang dilakukan oleh kelompok tani Rapi Jaya Putra. Kini diakui oleh oknum Perhutani dan desa setempat bahwa tanah timbul itu milik Perhutani. (

“Setau saya tanah timbul itu milik negara dan dalam pengawasan Pemerintah Provinsi Jawa Barat” pungkasnya. (dd)

.

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *