Kawasan DAS Cimanuk Akan Direhabilitasi

23 November 2017 / 07:32 WIB Dibaca sebanyak: 204 kali Tulis komentar

GARUT BBCom-Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, didampingi Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, dan Bupati Garut, Rudy Gunawan, me-launching rehabilitasi hutan dan lahan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk Hulu, di kawasan lahan Desa Padaawas, Kecamatan Pasirwangi Garut, Rabu (22/11).

Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) untuk memulihkan pemulihan DAS Cimanuk pasca bencana banjir bandang tahun lalu tersebut dilakukan dengan tiga tahap, yaitu penanaman pohon secara konvensional, penaburan benih melalui udara, dan hutan rakyat agroforesty.

Menteri LHK Siti Nurbaya mengungkapkan, pihaknya terus konsisten melakukan upaya-upaya untuk RHL khususnya di kawasan hulu DAS Cimanuk.

“Hari ini dengan proses yang intensif dan melalui proses panjang akhirnya kita bisa konsisten melaksanakan upaya-upaya untuk melakukan rehabilitasi hutan dan lahan sesuai perintah Presiden Jokowi,” ungkapnya.

Menurutnya, RHL di kawasan tersebut bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam penanganan hulu sungai yang rusak.

“RHL ini bisa menjadi contoh yang baik. Saya apresiasi untuk Jabar. Saat itu kita semua tahu bahwa Bapak Presiden juga bolak-balik ke Garut dan yang paling penting jajaran Pemprov Jabar dan Pemkab Garut gigih ke Jakarta untuk rapat-rapat tentang ini, jadi perjuangan kita luar biasa,” ujar Menteri.

Dalam kegiatan RHL ini dilakukan penanaman pohon secara konvensional seluas 1.064 hektar di kawasan Perhutani dan 100 hektar di kawasan konservasi yang dikelola oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Penanaman tersebut menggunakan pola penanaman pengayaan sebanyak 625 batang per hektar dan 1.100 batang per hektar dengan jenis tanaman kayu-kayuan. Sedangkan untuk jenis buah-buahan antara lain tanaman alpulat, kayu manis, manga, dan pucung.

Kegiatan ke dua, yaitu RHL di area seeding atau penaburan 20 ribu butir benih dan 100 ball seeding dengan menggunakan helikopter di area milik Perhutani seluas 5.400 hektar. Benih yang ditabur antara lain pinus, suren, lantorogung, dan kaliandra merah.

Selain itu dilaksanakan pembangunan konservasi tanah dan air yang terdiri atas Dam penahan pengendali sedimen sebanyak 159 unit serta pembuatan Gully Plug sebanyak 275 unit. Diadakan pula kegiatan nonfisik, antara lain melaksanakan pendampingan, sosialisasi, bimbingan teknis, dan pengendalian. Perhutani juga menyediakan bibit produktif sebanyak 300 ribu batang jenis kayu-kayuan dan buah-buahan serta bibit permanen sebanyak 1 juta batang untuk wilayah Garut.

Secara keseluruhan, RHL ini melibatkan dan menyerap tenaga kerja sebanyak 3.300 orang yang tersebar di 8 kecamatan dan 27 desa di Garut.

“Pesan saya, yang penting adalah sinergi pusat dan daerah, yang kedua RHL ini kita lakukan untuk menahan erosi dan run off. Jangan lupa nanti diurus pohonnya. Saya juga berterima kasih bahwa Jabar sudah dan selalu dalam suasana ingin memelihara lingkungan. Jabar sudah terdepan di dalam penanganan lingkungan, ini mohon diteruskan,” ucap Menteri.

Wagub Demiz menuturkan, DAS Cimanuk mengalir dari Garut ke Sumedang, Majalengka, dan bermuara di Indramayu. Bahkan sungai ini menjadi sumber pemasok air waduk Jatigede.

Demiz meminta agar semua pihak untuk menjaga Sungai Cimanuk agar kejadian banjir bandang tidak terulang lagi.

“Kita harus menjaga sungai ini jangan sampai terulang kembali seperti kejadian banjir bandang di Garut tahun 2016 yang sangat mengejutkan,” tuturnya.

Pihaknya pun sudah sering menyosialisasikan kepada masyatakat gerakan 5T, yaitu tidak menebang pohon di hulu sungai, tidak membuang limbah industri ke sungai, tidak membuang sampah ke sungai, tidak membuang limbah rumah tangga ke sungai dan tidak membuang kotoran hewan ke sungai. (***)

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *