oleh

Kapolri Kunjungi KPK Bahas Kerjasama Pemberantasan Korupsi

JAKARTA | BBCOM | Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengunjugi pimpinan KPK, Firli Bahuri. Dalam kunjungan tersebut lmembahas kerja sama penguatan pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Kedatangan Kapolri memang kita tunggu-tunggu terkait dengan bagaimana KPK dan Polri mempertahankan, memelihara, dan menindaklanjuti kerja sama dan sinergi untuk melakukan pemberantasan korupsi. Jadi tidak ada kata lain kecuali KPK dan Polri bekerja sama saling memperkuat pemberantasan korupsi,” kata Ketua KPK Firli Bahuri, kepada wartawan, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (9/2/2021).

Dalam kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Sigit mengatakan kunjungannya ke KPK adalah hal wajib selaku Kapolri yang baru. Sigit menyebut ada sejumlah hal yang dibahas dalam pertemuan, termasuk soal penguatan pemberantasan korupsi di Tanah Air.

BACA JUGA  Bareskrim Polri Libatkan Densus 88 Dalam Penanganan Hukum Rekening FPI

“Tentunya seperti yang tadi sudah disampaikan oleh bapak pimpinan KPK ada beberapa hal yang memang ke depan akan semakin kita perkuat,” ucap Kapolri.

Kapolri menyebut hal pertama yang akan diperkuat antara Polri dan KPK adalah terkait kerja sama sumber daya manusia. Lalu ada juga terkait bidang pencegahan korupsi, terlebih dalam masa pandemi demi memulihkan kondisi perekonomian Indonesia.

“Seperti kita ketahui bahwa pemerintah dalam hal ini banyak melakukan kegiatan refocusing dalam rangka penanggulangan Covid dan pemulihan ekonomi nasional. Tentunya ini harus kita jaga agar bisa berjalan dengan baik dan kemudian program tersebut bisa tepat waktu, tepat sasaran dan tentunya kita kurangi risiko-risiko kebocoran yang ada,” katanya.

BACA JUGA  Polres Sukabumi Musnahkan Ribuan Botol Miras dan Knalpot Bising Serta Petasan.

Kapolri juga membahas kerja sama di bidang penindakan dalam bentuk joint investigation. Menurutnya, sinergi dalam penanganan kasus korupsi terus diperkuat.

“Termasuk juga kegiatan terkait dengan masalah edukasi, dan juga terkait masalah supervisi yang selama ini sering terjadi antara penegak hukum kan tentunya perlu ada kesepakatan. Tentunya disupervisi ini ke depan KPK, Kejaksaan, maupun Kepolisian betul-betul bisa bersinergi sehingga tidak ada celah,”tutupnya.(Hs)

Komentar