Kapolri dan Emil Sepakat Soal Prediksi Indonesia Jadi Negara Adidaya

18 Februari 2019 / 10:39 WIB Dibaca sebanyak: 291 kali 1 Komentar

BANDUNG BBCom-Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian berbicara mengenai prediksi Indonesia menjadi negara adidaya pada tahun 2045 dan bisa bersaing dengan negara maju seperti Rusia hingga Tiongkok. Semua sumber yang diperlukan untuk mewujudkannya sudah dimiliki Indonesia. Meski begitu, ada beragam syarat yang harus dipenuhi.

Dalam konteks Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan bahwa provinsi ini memiliki peran vital dalam kemajuan Indonesia secara keseuruhan. Hal itu didasarkan pada fakta bahwa 20 persen penduduk bangsa berada di Provinsi Jawa Barat. Artinya, ada tugas berat yang harus diatasi terkait jaminan rakyat di provinsi yang ia pimpin.

“Kalau kami bisa mengurusi ini minimal 20 persen Indonesia ini bisa diselesaikan dengan baik di Provinsi Jawa Barat. Provinsi kami juga adalah provinsi paling dekat dengan ibu kota. Kalau kami kondusif, maka Jakarta tenang. Tapi, kalau kami bergolak atau tak kondusif, maka ibu kota akan terkena imbasnya,” katanya di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Jumat (15/2/2019).

Menurutnya, ada sebuah prediksi dan kajian bahwa tahun 2045 atau setelah 100 tahun berstatus negara merdeka, Indonesia  bakal jadi negara adidaya ketiga di dunia. Semua itu bisa terwujud jika syaratnya terpenuhi. Syarat yang pertama adalah pertumbuhan ekonomi terus berjalan baik minimal di angka 5 persen.

Lalu, kualitas bonus demografi atau anak-anak mudanya kompetitif dan punya keahlian  digital. Syarat terakhir adalah kondusivitas negara terjaga dengan baik. Banyak negara yang terpuruk karena berada dalam situasi peperangan. Ia mencontohkan negara Suriah yang sebagian besar penduduknya tidak merasakan keamanan dan kenyamanan.

“Contoh lain negara Afganistan. 40 tahun tak berhenti berperang. Padahal suku bangsanya hanya tujuh, Indonesia 400 lebih. Para ulama berijthihad dengan pendiri bangsa menjadikan Pancasila sebagai ijab kabul, sebagai kesepakatan akad. Kalau akad itu diganggu, kami tak yakin NKRI ini bisa bertahan,” katanya.

Di tempat yang sama, Tito Karnavian menyatakan bahwa prediksi tentang negara adidaya yang disampaikan Ridwan Kamil sudah disurvey dan dianalisa oleh lembaga kelas dunia, seperti Bloomberg, Gelf Internasial hingga World Bank.

Urutan negara yang masuk dalam prediksi itu adalah Tiongkok, India, AS, dan Indonesia. Menurutnya, negara yang dilabeli super power indikatornya memiliki kemampuan pengelolaan dan sumber daya yang menunjang pertumbuhan ekonomi.

“Negara yang punya ekonomi, produksi besar, itu akan menjadi super power. Dalam berbagai analisis disampaikan, ini supaya masuk akal rasional,” terangnya.

Indikator berupa jumlah penduduk besar menjadi salah satu syaratnya. Karena, itu adalah penunjang menggulingkan mesin produksi besar. Selain itu, sebuah negara super power harus memiiki sumber daya alam melimpah dan memiliki bentangan wilayah yang luas, untuk mengakomodir mesin produksi besar.

“Rusia mungkin nomor satu, India, Tiongkok, AS, Brazil, Afsel, dari 193 negara PBB hanya lebih kurang tujuh yang memenuhi kriteria itu. Singapura tidak akan pernah menjadi negara super power, meski pun negara kaya. Karena jumlah enduduknya kecil. Di sana hanya 5 juta. Kecil, gak punya SDA, luas wilayahnya, kata Habibi, dalam peta kita itu hanya titik kecil merah di atas Indonesia,” ucapnya.

Sedangkan negara Australia memang memiliki bentangan wilayah yang luas dan kekayaan alamnya banyak. Namun, tetap tidak bisa jadi super power, karena jumlah penduduknya dan angkatan kerjanya pun tak lebih besar dari Jawa Barat. (hms)

Bagikan
Share

1 Komentar

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *