oleh

Jauhari A Karim Minta DPRD Memanggil Tim Satgas Covid 19 dan Kepala BPBD OKI

OKI | BBCOM | Anggota DPRD Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jauhari A Karim, merasa geram sehingga melontarkan pernyataan keras terhadap tim satgas Covid 19 Kabupaten OKI dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Menurut Jauhari, Bupati OKI, H Iskandar, SE untuk segera mengevaluasi kinerja tim satgas Covid 19 dan Kepala BPBD OKI, Listiadi Martin. “Intinya kalau tidak berkenan lagi melayani masyarakat silahkan mundur.”tegasnya, saat diwawancarai awak media, Jumat (5/3/21)

Pernyataan politisi Partai Keadilan Sejahtera ini, dipicu permasalahan seorang warga Desa Pematang Jaya, Kecamatan Mesuji Makmur bernama Suratno (44), diduga meninggal dunia akibat Covid 19, Kamis (4/3/21) setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit BARI Palembang.

BACA JUGA  BRG akan Restorasi 1.800 Ha Lahan Gambut di OKI

Saat jenazah hendak dibawah pulang untuk dimakamkan keluarga. Pihak rumah sakit tidak menyediakan ambulan gratis. Bahkan pihak keluarga harus mengeluarkan biaya jika ingin menggunakan ambulan.

“Almarhum merupakan orang miskin, dan anak serta istrinya saat ini juga terkena Covid 19.”ujar Jauhari.

Lalu Anggota Dewan Kab OKI ini, menghubungi Rumah Sakit Kayuagung, melalui Kabag Tata Usaha, Iskandar Fuad.” Kata Pak Fuad untuk pemakaman pasien Covid 19 merupakan tugas BPBD.” terangnya.

BACA JUGA  Aher: Saatnya Anak Muda Bangga Jadi Petani

Mendengar ucapan dari Kabag TU RS Kayuagung tersebut, Jauhari menghubungi Kepala BPBD OKI, Listiadi Martin, untuk menanyakan sejauh mana penggunaan dana Covid 19 yang telah dianggarkan miliaran rupiah. “Belum sempat mendapat jawaban nomor HP saya (red-Jauhari) dirijek.”katanya

Ia sangat menyayangkan hal ini, kerena itu pihaknya meminta DPRD Kabupaten OKI untuk memanggil tim Satgas Covid 19 dan Kepala BPBD OKI untuk meminta klarifikasi dan konfirmasi.”Masa persoalan sekecil ini tidak ada kebijakan, padahal dana yang kita gelontorkan untuk penanganan Covid 19 miliaran rupiah. Bahkan tahun ini dianggarkan 150 miliar.”pungkasnya.(pani)

Komentar