,

Jarak Tempuh OKI – Basel Berkisar 30 Menit Jika Rute Penyebarangan Terealisasi.

22 Mei 2018 / 04:36 WIB Dibaca sebanyak: 277 kali Tulis komentar

KAYUAGUNG BBCom-Banyak keuntungan yang dirasakan masyarakat dua daerah secara langsung jika rencana pembangunan untuk membuka rute baru penyebarangan Bangka Selatan ke Tulung Selapan Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel tersebut terealisasi. Salah satu diantaranya dapat meningkatkan sektor perekonomian dan pariwisata. Selain itu, akses masuknya sembako dari Pulau Sumatera menjadi lebih mudah, karena selama ini, pasokan sembako dan kebutuhan ekonomi lain ke pulau Bangka sering terkendala gelombang tinggi. Akibatnya, harga sembako di Daerah tersebut tinggi.

Maka untuk mewujudkan hal tersebut Pemkab OKI dan Pemda Bangka Selatan, jajaki kerjasama pembangunan antar daerah di berbagai bidang. Salah satu poin kerjasama antar dua daerah tersebut adalah ingin membuka jalur ekonomi kedua daerah.

“Karena ini lintas provinsi maka kewenangan di pemerintah pusat dengan adanya kesepakatan antara dua daerah (OKI-Bangka Selatan) bisa jadi dasar pengusulan pembangunan Jembatan Penghubung Bangka-Sumsel ke Pemerintah pusat” Ungkap Asisten I Setda OKI, H. Antonius Leonardo pada rapat penjajakan kerjasama antar daerah (Kabupaten OKI-Bangka Selatan) di Kantor Bupati OKI, Senin, (21/5).

Wacana pembangunan Jembatan sepanjang 13,5 kilometer yang akan menghubungkan Pulau Bangka dengan Pulau Sumatera, tepatnya Desa Permis, Kabupaten Bangka Selatan, dengan Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten OKI Sumsel sudah santer dibicarakan sejak dua tahun lalu. Bahkan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dan Provinsi Sumsel telah melakukan penandatanganan MOU pembangunan infrastruktur antar dua wilayah tersebut.

“Antara Pak Gubernur kita (Gubernur Provinsi Bangka-Sumsel) sudah sama-sama sepakat, sekarang tinggal diperkuat kerjasama antar Kabupaten” Ungkap Asisten I Setda Bangka Selatan, Asri Husman, SE saat berkunjung ke Kabupaten OKI.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah melaksanakan kegiatan pre-feasibility serta penyusunan DED.
Dari hasil Feasibility, jarak tempuh OKI – Basel diperkirakan hanya berkisar 30 menit saja. Ihwal pembiayaan pembangunan jembatan, akan diusulkan menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). (pani games)

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *