Jangan Pandang Tuli Sebelah Mata

19 Mei 2019 / 21:46 WIB Dibaca sebanyak: 182 kali 1 Komentar

Siti Rhodiyah, akrab disapa dengan Siti. Lahir di Pekalongan, 21 Februari 1994. Siti adalah penyandang tuli yang aktif memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas khususnya tuli, melalui organisasi Gerakan untuk Tunarungu Indonesia (Gerkatin) khusus kepemudaan. Gerkatin Kepemudaan merupakan organisasi khusus yang menangungi pemuda/i, serta anak-anak penyandang tuli di Indonesia. Dalam organisasi ini, Siti menjabat sebagai wakil ketua pada periode 2016-2020. Selain aktif berada di organisasi ini, Siti juga mempunyai pekerjaan sebagai penerjemah bahasa isyarat di MNC TV.

Awal mula SIti mengetahui organisasi ini, adalah ketika senior Gerkatin datang mengunjungi sekolahnya di SLB Tunarungu Santi Rama. Awalnya, nama Gerkatin terdengar sangat asing di telinga Siti. Namun, setelah mendengar cerita dari seniornya tersebut, Siti malah tertarik untuk bergabung ke dalam organisasi itu.

Tadinya, Siti bergabung di organisasi ini hanya untuk bermain, dan mencari teman baru. Kini, dalam organisasi ini Siti mulai belajar berbagai hal baru terkait permasalahan tuli yang ada di Indonesia. Sebab, menurutnya masih banyak penyandang tuli yang tertinggal dalam hal pengetahuan, contohnya penyandang tuli di Gorontalo. Dengan Gerkatin Kepemudaan, Siti ingin menghapus ketertinggalan itu, dan menyamaratakan hak penyandang tuli dengan masyarakat dengar. Ketertinggalan dialami oleh teman-teman tuli di Indonesia, dikarenakan minimnya pengetahuan orang tua mereka. Mereka, penyandang tuli tidak diberikan pendidikan yang seharusnya, malah ada juga orang tua dengar yang mendiskriminasikan anak tuli tersebut.

Ada banyak sekali program di organisasi Gerkatin Kepemudaan, salah satunya yaitu program advokasi yang mengusahakan supaya ada penerjemah bahasa isyarat di TV. “Ketika kita (penyandang tuli) ingin menonton televisi, kita tidak dapat memahami siaran tersebut. Sebab, tak adanya penerjemah bahasa isyarat, apalagi teks yang tertulis di televisi tersebut.” Ujar Siti.

Pesan dari Siti untuk seluruh anak muda Indonesia, khususnya penyandang disabilitas untuk tetap semangat. “Apapun kondisi yang kalian hadapi, teruslah berkarya, buktikan kalau kalian bisa berprestasi. Saya yakin, di setiap kekurangan kalian, pasti ada kelebihan yang diselipkan oleh Tuhan untuk kalian. (Monica Rahayu/Politeknik Negeri Jakarta)

Bagikan
Share

1 Komentar

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *