,

Jalinteng “Penghubung Sumsel – Bengkulu” Tertutup Tanah Longsor

11 Februari 2019 / 23:21 WIB Dibaca sebanyak: 304 kali 1 Komentar

LAHAT BBCom – Amblasnya tanah hingga menutup jalur akses nasional di Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) melanda Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan (Sumsel). Kali ini, berdasarkan pantauan BBCom sore tadi Senin (11/2/2019) bencana alam ini terjadi di Dusun Genting, Desa Sindang Panjang, Kecamatan Tanjung Sakti Pumi.

Informasi dari warga yang masih melihat secara dekat di lokasi, bahwa longsor menerjang Jaliteng Sumatera penghubung Kabupaten Lahat Provinsi Sumsel ke Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu itu terjadi siang tadi sekitar pukul 13.30 WIB. Beruntung saat peristiwa berlangsung tidak sampai menelan korban jiwa.

Kapolres Lahat, AKBP. Ferry Harahap. M.Si. SIK saat dihubungi via handphone menjelaskan bahwa pihaknya telah menerjukan personil saat awal mendapat informasi kejadian longsor di lokasi tersebut. Tentunya, untuk membantu kelancaran lalu lintas dan mencegah terjadi longsor susulan, pihaknya berkoordinasi dengan berbagai pihak.

Ditambahkan Kapolres, sampai saat ini selalu berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lahat dan Kapolsek Tanjung Sakti, Iptu. Romadhon. SH didampingi Kanit Reskrim Aiptu. Budi Agus. SE beserta anggotanya agar tak henti melayani pengendara dan masyarakat pengguna jalan serta melakukan pengamanan dilokasi kejadian dengan membuat membuat rambu-rambu lalu lintas.

“Pengamanan anggota kita dilapangan selalu siaga melayani masyarakat yang dimungkinkan ada lagi bencana longsor yang tumpukan tanah amblas turun dan menutupi badan jalinteng sepanjang 25 meter. Maka, di lokasi turut siaga berbagai instansi pemerintah terkait,” jelas Kapolres.

Sementara Iptu. Romodhan. SH didampingi Aipda. Budi Agus. SE ketika dimintai keterangan saat di lokasi, mengungkapkan bahwa bencana longsor ini terjadi besar diakibatkan oleh hujan yang intensitas sangat tinggi dan beruntung kejadian ini tidak sampai menelan korban jiwa. Namun, setelah amblasnya tanah terjadi kemacetan sangat panjang sekitar diperkirakan 2 sampai 3 kilo meter.

“Alhamdulillah, beberapa jam kemudian pihak Balai Besar V Palembang menurunkan Alat Berat (Alber) untuk membersihkan tanah yang menutupi badan jalan sepanjang puluhan meter tersebut hingga berangsur angsur jalan sudah bisa dilewati kembali. Tapi, semua Anggota tetap standby dilokasi dan mengatur serta mengamankan jalan yang ada,” pungkasnya. (Baraf Dafri. FR)

Bagikan
Share

1 Komentar

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *