Imbas Covid-19, Sejuta Warga Jabar Akan Terima Bantuan Dana

27 Maret 2020 / 21:36 WIB Dibaca sebanyak: 374 kali 2 Komentar
Bagikan

BANDUNG | BBCOM | Imbas dari covid-19, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Akan menggelontorkan bantuan berupa dana pada 1 juta warga Jabar itu hasil dari  kesepakatan bersama DPRD Jawa Barat. Adapun besaran dana yang akan di gelontorkan kurang lebih Rp 18 triliun untuk  membantu warga masyarakat di Jawa Barat yang miskin baru.

“Kita sudah rapat dengan pimpinan dewan [DPRD], dan berkesimpulan dalam dua minggu ke depan, kita akan menyalurkan bantuan keuangan kepada warga Jawa Barat yang kena imbas  covid-19. Demikian diungkapkan Ridwan Kamil  pada awak media dalam konferensi Peres jarak jauh,Kamis (26/3/2020).

Emil menambahkan, warga yang berhak menerima bantuan itu, mereka yang rawan miskin baru.

“Seperti  tadinya normal hidupnya, tiba-tiba tidak berpenghasilan. Dalam kondisi ini kita akan tindak cepat Tencananya jika tidak ada halangan, minggu depan akan kami  salurkan,” tambahnya.

Emil juga sudah merinici, dari total Rp 18 triliun itu, Rp 4 triliun – Rp 5 triliun akan digelontorkan sebagai tanggap darurat, untuk membantu rakyat yang tidak berpenghailan. Sementara sebesar Rp 13 truliun untuk diterapkan dalam program padat karya, untuk mereka yang terkena PHK.

Semua anggaran ini kata Emil berasal dari re-alokasi anggaran APBD Jawa Barat, yang sudah di instruksikan oleh Preside Joko Widodo.

“Anggarannya dari penggesaran peruntukan dana desa, yang kita fokuskan anggaran-anggaran proyek yang tidak signifikan dan berhubungan langsung dengan rakyat,” ujar Kang Emil.

Adapun anggaran sebesar Rp 4 triliun – Rp 5 triliun itu, kata Kang Emil akan diberikan bantuan sebesar Rp 500.000 kepada 1 juta orang yang harus diberikan pertolongan. Data 1 juta orang yang harus ditolong, kata Emil berdasarkan catatan Tim Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan.

“Dari Rp 500.000 itu, sepertiga [1/3] berupa cash dan dua pertiga [2/3] untuk bahan sembako dan barang,” jelasnya.

Kemudian pada tahap kedua ada anggaran yang sudah disepakati sebesar Rp 13 triliun, yang akan digunakan untuk padat karya. Akan ada proyek senilai Rp 13 triliun yang akan diimplementasikan kepada maysarakat yang kena PHK.

“Anggaran Rp 13 triliun adalah untuk melakukan proyek-proyek dibikin menjadi padat karya, untuk masyarakat yang tiba-tiba menjadi pengangguran setelah tanggap darurat,” tuturnya.

Lebih jauh emil memaparkan,bantuan tersebut, akan dilakukan secara bertahap, pertama yang akan dilakuakn selama 2 bulan terlebih dahulu yakni untuk memberikan jaringan pengaman sosial. Kemudian, apabila selama 2 bulan tidak cukup, maka pihaknya akan memperpanjangg menjadi 4 bulan.

“Setelah 4 bulan, baru dilakukan [pada program] padat karay. Tapi nanti terjadi lagi dinamika. Kita bikin kesepakatan lagi. Tapi sementara jaringan pengaman sosialnya, emergency 2 bulan akan turun dan akan masuk di tahap padat karya,” paparnya. (US)

BACA JUGA  Aliansi Buruh Jabar Meminta Pemerintah Pusat Untuk Mencabut PP 78 Tahun 2015.

2 Komentar

  • neng lies lies says:

    bpk gubernur yg terhormat bpk ridwan kamil sya mau protes kta masyarakat yg punya bantuan pkh tidak akn dapat uang bntuan dri covid19 kenapa bpk sedngkn sya mndapt uang pkh pun cuma200rb ank sya sd sya diliburkan 1 bulan kerja suami mninggal dri mn sya mkn kerja gk mohon tolong sya udh tidk punya apa,,sya seorang buruh menjahit gra,, ad a covid19 krja dilibrkn😭😭

  • tolong keluarga sya tidak mkan kerja diliburkan suami mnggal ank sya mkn apa bpk gubernur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *