Ibu Adalah Manusia Serbabisa

19 Mei 2019 / 05:23 WIB Dibaca sebanyak: 172 kali Tulis komentar

Photo by: unsplash

Tidak seperti kebanyakan anak lainnya, dari kecil aku mulai hidup tanpa kehadiran seorang ayah. Sejak ayahku wafat pada tahun 2006, ibulah yang menjadi tulang punggung keluarga. Ibuku bukan orang yang sangat serius, ia justru sering melontarkan gurauan kepadaku. Dengan gaya bicara khas betawi, mengobrol dengan ibu rasanya seperti mengobrol dengan teman sendiri. Ibu tidak bekerja, ia mendapat pensiunan dari ayahku untuk menghidupi aku dan kakakku. Karena itulah, aku selalu berusaha agar masuk sekolah negeri, jadi ibu tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk sekolahku

Hidup dengan satu orang tua itu gampang-gampang-susah, keluargaku bukanlah keluarga berada. Aku tidak bisa membeli berbagai macam barang dan mainan seperti teman-temanku. Untungnya, ibuku adalah orang sangat kreatif, ia bisa melakukan hampir semua hal, seperti memasak –masakannya kujamin sangat enak–, menjahit, membuat mainan, dan banyak lagi.

Pernah suatu kali, saat di sekolah dasar, teman-teman mengejekku karena membawa pianika tanpa tasnya. Sampai rumah, aku buru-buru mengadu pada ibuku minta dibelikan tas pianika. Saat itu jarang sekali yang menjual tas pianika terpisah, jadi ibuku membuatkan tas pianika dari tas bergambar stroberi milik kakakku yang sudah tidak terpakai. Hasilnya benar-benar lucu, saat kubawa ke sekolah, teman-teman yang mengejekku menangis semua minta dibelikan tas pianika sepertiku. Tentu saja keinginan tersebut tidak akan terwujud, ibu mereka tidak sekreatif ibuku, pikirku kala itu. Itu merupakan peristiwa pertama yang membuatku sangat senang dan bangga pada ibuku.

Seperti yang kubilang sebelumnya, ibuku juga pandai memasak. Ia bilang ia mulai belajar memasak saat seusiaku, ia diajari oleh tanteku yang sangat galak soal memasak. Menurutku semua masakan buatannya enak, tetapi kesukaanku adalah ayam goreng dan tumis kangkung. Aku tidak tahu ia memasukkan mantra apa ke dalam masakannya, yang jelas saat menyentuh lidahku, rasanya aku ingin tambah terus. Ibuku juga pernah gagal membuat suatu menu dari tahu, teksturnya hancur tidak terbentuk. Sekali lagi, untung dia pintar, ia mengolah ulang masakan gagal itu dan membuatnya jadi sangat enak. Jarang sekali ada masakan ibuku yang mubazir, semuanya selalu ludes olehku dan kakakku.

Walaupun banyak senangnya, kepintaran memasak ibuku kadang merugikanku juga. Saat SMA, aku membawa bekal setiap hari untuk menghemat uang. Aku menawarkan bekalku pada teman-teman untuk dicicipi. Awalnya mereka hanya mencicipi saja, semakin lama kami berteman suapannya justru makin banyak. Tentu mereka juga menawarkan bekal mereka padaku, tetapi bekal mereka tidak seenak buatan ibuku. Kadang pertemanan memang seperti itu, semakin lama berteman semakin tidak tahu malu, tetapi di situ yang menunjukkan sedekat apa pertemanan itu.

Ibuku memang sering bergurau, tetapi ia juga sering memberikan pesan-pesan untukku. Yang paling kuingat adalah saat ia berpesan untuk memperlakukan orang lain, sama seperti diri kita ingin diperlakukan. Ia bilang, jika aku ingin dihormati orang lain, aku juga harus hormat pada mereka.

Menurutku ibu adalah orang terbijak yang pernah kukenal, ia tidak pernah punya pikiran untuk balas dendam pada orang yang bersikap buruk terhadapnya. Beda denganku yang terkadang masih menuruti emosiku. Tahun 2019, ibuku berulang tahun ke-50. Kuakui fisiknya terlihat 10 tahun lebih muda, tetapi tenaganya sudah tidak sekuat dulu saat membuatkanku tas pianika. Aku sendiri merasa belum membahagiakannya, aku tahu aku tidak mungkin membalas seluruh jasanya. Aku selalu berusaha maksimal menjadi orang sukses agar usahanya menyekolahkanku hingga kuliah tidak sia-sia.

Aku memang tidak pernah mengatakan secara langsung kepadanya bahwa dialah salah satu orang yang paling kukagumi. Wah, jika ia mendengarnya langsung, aku pasti habis diejek olehnya. Biar bagaimana pun, aku selalu berdoa agar ia sehat selalu dan bisa menyaksikanku meraih mimpi-mimpiku. (Allizha P. Monarqi, Politeknik Negeri Jakarta)

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *