GARUT | BBCOM – Pekerjaan pemeliharaan berkala ruas jalan SP. Talegong (Sukamulya) – Ciseuwu – Sukarame – Rancabuaya – Palembuhan yang dibiayai dari APBD Jawa Barat Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak Rp 6,91 miliar menuai sorotan. Hanya sebulan setelah rampung dikerjakan, sejumlah titik aspal hotmix sudah terlihat rusak.
Kerusakan dini berupa permukaan mengelupas dan agregat yang lepas membuat warga mempertanyakan kualitas pekerjaan.
“Baru sebulan jalan diperbaiki, sekarang sudah banyak yang lepas agregatnya. Kami khawatir kalau musim hujan datang, jalan ini cepat rusak lagi,” keluh Ujang S, warga Desa Sukarame, kepada wartawan.

Berdasarkan penelusuran dan analisis teknis, ada sejumlah faktor yang diduga memicu kerusakan dini, di antaranya:
• Suhu penghamparan aspal tidak sesuai standar.
• Kadar aspal di bawah Job Mix Formula (JMF).
• Kepadatan lapisan tidak memenuhi spesifikasi teknis.
• Lapisan bawah jalan labil dan tidak diperbaiki sebelum overlay.
• Pengawasan lemah, baik dari konsultan maupun pengawas lapangan.
• Dugaan penyimpangan berupa pengurangan ketebalan dan mutu hotmix dibandingkan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Untuk mengonfirmasi temuan tersebut, wartawan telah melayangkan surat resmi kepada Kepala UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan IV Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat pada 12 September 2025. Namun hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi.
Di sisi lain, masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan mengevaluasi proyek tersebut. Pasalnya, ruas jalan SP. Talegong – Palembuhan merupakan jalur vital yang menghubungkan kawasan selatan Garut dengan pesisir selatan Jawa Barat.
Menanggapi sorotan tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Drs. H. Daddy Rohanady, meminta agar proyek pekerjaan jalan selalu diawasi ketat, termasuk waktu pengerjaannya.
“Cuaca sangat berpengaruh. Jika dikerjakan saat hujan, kualitas pasti terganggu. Tapi secara prinsip, tetap harus dilihat secara detail pekerjaannya. Yang jelas, kalau ada penyimpangan, itu sudah pasti salah,” tegas politisi Partai Gerindra ini (25/9/2025). (Kdp)















