HIIP, Digital Platform Menghubungkan Brand Dengan Influencer Yang Tepat

27 April 2019 / 15:51 WIB Dibaca sebanyak: 373 kali 1 Komentar

JAKARTA, BBCom--Hadirnya berbagai platform sosial media yang terus berkembang menjadi salah satu strategi baru dalam dunia pemasaran yang lebih dikenal dengan sebutan digital marketing. Jika sebelumnya para produsen brand hanya mempromosikan kegiatan pemasarannya melalui cara-cara konvensional, kini para produsen brand pun mulai mengubah strategi marketing mereka agar mampu bersaing di pasar bebas dengan para kompetitornya.

Tingginya penggunaan social media tentunya menjadi pasar yang menjanjikan untuk para influencer seperti dari Artis/Public Figure, Selegram, Blogger hingga YouTuber. Bermodal konten unggahan yang bagus dan kekinian, Influencer dapat menyebarkan informasi dan membangun kepercayaan akan suatu brand tersebut kepada followers-nya. Para produsen brand melihat ini adalah salah satu cara terbaik untuk memasarkan produknya.

Namun pada pelaksanaannya, influencer marketing ini membutuhkan pendekatan yang tepat, mulai dari pemilihan influencer hingga isi konten brand yang relevan dengan followers mereka. Tantangan lain yang dihadapi oleh produsen brand adalah menghitung Return of Investment (ROI) dari influencer marketing campaign yang telah dilakukan. Seberapa besar Engagement metrics seperti Likes, Comments (jumlah komentar) dan Share, yang diperoleh sehingga dapat diketahui apakah sebuah campaign memiliki dampak yang besar pada penjualan brand secara keseluruhan.

Untuk itu, HIIP kini hadir di Indonesia. Hiip adalah digital influencer platform yang dikembangkan untuk dapat menjawab aneka tantangan yang dihadapi produsen Brand untuk menjalankan influencer marketing campaign yang efektif dan efisien. Hiip menghubungkan antara brand dan influencer dengan menggunakan teknologi Big Data dan Artificial Intelligence.

Platform Hiip didesain sedemikian rupa untuk mengakomodir kampanye digital yang masif dan menemukan influencer yang tepat. Hiip telah menghubungkan lebih dari 500 brand dan berkolaborasi dengan 6000 influencer.

Dalam sebuah Press Conference yang diselenggarakan pada Kamis, 25 April 2019 lalu di kawasan SCBD Jakarta, Hiip Asia meresmikan hadirnya Hiip untuk pangsa pasar Indonesia. Setelah sukses di Vietnam dan Thailand. di tahun 2019 ini Hiip Asia berekspansi ke Indonesia dan bekerja sama dengan BP Network mendirikan perusahaan patungan yaitu PT Hiip Inovasi Indonesia.

BP Network adalah Blogger Network terbesar dan menjalankan bisnis Micro Influencer Marketing di Indonesia. Di tahun 2017, BP Network mendapatkan Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) dari Bekraf dan tahun ini menjalin kerja sama dengan Hiip Asia guna memperluas pasar influencer di Indonesia.

Melalui kerja sama ini, Shintaries Nijerinda, founder dan CEO BP Network, menjelaskan bahwa, “Keputusan untuk melakukan kerja sama dengan Hiip Asia ini didasarkan oleh besarnya pangsa pasar media sosial di Indonesia terutama influencer marketing. BP Network juga berkesempatan menjadi perusahaan global dan tentunya akan membuka akses teknologi dengan dukungan Platform Hiip yang memiliki teknologi Artificial Intelligence.”

Hiip memungkinkan pencarian Influencer dilakukan oleh brand hanya dalam hitungan detik, yang disesuaikan dengan target market brand. Hal ini tentunya dapat memudahkan para produsen brand untuk menemukan influencer yang tepat dengan skala besar.

“Aplikasi ini akan menganalisis data diri influencer dan followers-nya. Ini untuk melihat interest para followers-nya itu apa. Lalu data itu bisa digunakan untuk memberi rekomendasi kepada brand. Jadi dalam satu detik, Hiip sudah bisa menampilkan banyak influencer. Apakah 100, 200, hingga 1.000. Jadi daripada harus membuang waktu menghubungi satu-satu dan menunggu balasan mereka,” jelas Shinta tentang aplikasi ini.

Phi Nguyen, selaku co-founder dan CEO Hiip Asia, menjelaskan bahwa “Kami sangat senang bekerja sama dengan BP Network, influencer network perempuan terbesar di Indonesia, dan memberikan akses penuh ke platform kami yang berbasis teknologi AI serta mendukung dari sisi manajemen regional. Harapan saya, hal ini akan merangkul ekosistem influencer lokal yang telah ada dan akan memberi kesempatan lebih banyak kepada influencer untuk terhubung dengan brand internasional.” (rls/red)

Bagikan
Share

1 Komentar

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *