Hidroponik Solusi Pertanian Lahan Sempit

1 Juli 2019 / 10:24 WIB Dibaca sebanyak: 1117 kali 1 Komentar

Keterangan foto : Pameran hidroponik pada acara Halal, Senayan, Jakarta. (dokumentasi pribadi/Anita Rahim.)

Berkunjung ke acara pameran Halal yang diselenggarakan diKawasan Senayan, Jakarta Pusat. Terlihat banyaknya orang berbondong memasuki event tersebut, dari anak kecil hinggalanjut usia. Mereka dominan memakai baju berbahan panjang hingga menutupi mata kaki dan lengan atas atau biasa disebut gamis, baik perempuan maupun laki-laki.

Acara Halal ini tidak dipungut biaya apa pun, setiap orang yang mau masuk hanya mengisi formulir data diri berupa nama, alamat, telepon, dan e-mail. Di dalamnya ada banyak stand penjualan, mulai dari produk lokal Jakarta hingga produk – produk daerah yang ada di Indonesia.

Produk yang ditawarkan juga macam-macam. Ada yang menjual makanan, obat-obatan herbal, hasil pertanian, dan stand pengenalan destinasi yang ada di wilayah tersebut.Selain itu, ada juga sebagian yang mendengarkan kajian keagamaan.

Setelah berkeliling, terdapat satu stand yang tidak asing bagi pandangan mata, yaitu tanaman hidroponik. Tanaman ini berdiri kokoh lengkap dengan pipa sebagai penyanggahnya. Beberapa pengunjung mulai mendekati tanaman tersebut. Tampak dari raut wajah mereka menunjukkan rasa ingin tahu mengenai proses penanaman dengan sistem hidroponik.

Siapa pun boleh bertanya atau sekadar melihat-lihat tanaman tersebut, dengan sayarat telah mengisi data diri, seperti nama, alamat, dan tanda tangan.

“Di sini kami mengikuti partisipasi pameran Agro and Fooddengan fokus utama mengembangkan urban farming di Jakarta. Kita memperkenalkan teknologi budidaya hidroponik,” ujar Iwan Indryanto, selaku Kepala Seksi Pengendalian Mutu dan Agri Bisnis, Bidang Pertanian, Dinas Ketahan Pangan, Kelautan dan Pertanian, Provinsi DKI Jakarta.

Iwan menambahkan, di Jakarta kini sistem pertaniannyabukan lagi berbasis lahan, tetapi berbasis ruang karena lahan di Jakarta sudah kian menyempit. Oleh karena itu, pada kesempatan pameran kali ini menjadi penting untuk memperkenalkan hidroponik kepada masyarakat luas pada umumnya dan masyarakat Jakarta pada khususnya.

Pada jurnal “Pemanfaatan Lahan Sempit Dengan Sistem Hidroponik Sebagai Usaha Tambahan Bagi Ibu Rumah Tangga” oleh Sasmita Sari dan Dimas Bastara Zahrosa, Dosen Fakultas Pertanian, Universitas Abdurachman Saleh menuliskan, pertanian merupakan sektor yang penting bagi masyarakat Indonesia. Namun, seiring perkembangan teknologi sektor industri yang tersebar, mampu menggeserlahan pertanian yang ada sehingga lahan menjadi sempit.

Penyebaran hidroponik di Jakarta sudah menyentuh kalangan milenial karena banyak keuntungan yang didapat ketika membudidayakan tanaman ini. “Hemat lahan, hemat waktu, secara kualitas mutu dari hasil ini sudah terjamin. Warga yang mengkomsumsi tanaman ini minimal dia tahu bahwa ini sayuran sehat,” tambah Iwan sambil tersenyum.

Perbedaan tanaman hidroponik dengan tanaman konvensional ternyata tidak terlalu mencolok. Asal keduanya tidak pakai pestisida maka hasilnya aman untuk dikonsumsi.

Iwan juga mengatakan, kalau hasil dari hidroponik kemungkinan besar penggunan pestisidanya rendah, tapi kalau dengan tanah terkadang penggunaan pupuk pestisidanya tidak bisa dikontrol. Kalau pun tidak pakai pestisida, tapi ditanam di pinggir jalan besar kemungkinan akan terkena timbal yang berasal dari kendaraan.

Meski begitu, masyarakat masih perlu penyuluhan yang lebih luas mengenai cara penanaman hidroponik secara berkala, agar tujuan mengembangkan urban farming melalui tanaman hidroponik sebagai pertanian berbasis ruang di wilayah perkotaan yang minim lahan menjadi tercapai. (Anita Rahim/PNJ)

Bagikan
Share

1 Komentar

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *