H. Yongga Bakti: Tetap Akan Meneruskan Program Pelebaran Jalan Cileungsi-Cibucil

22 Maret 2019 / 14:27 WIB Dibaca sebanyak: 121 kali 1 Komentar

BANDUNG BBCom–Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang ( BMPR) melalui Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah I Cianjur pada tahun anggaran 2019, akan tetap meneruskan program pelebaran pembangunan Jalan Cileungsi sampai Cibucil yang panjang totalnya sepanjang 13 KM, pada tahun 2018 kita sudah selesaikan sepanjang 5,5 KM dan tahun 2019 sisanya yaitu 7,5 KM. 

Menurut Yongga Bakti selain jalur Jalan Cileungsi sampai Cibucil, BPJ Cianjur juga membangun jalan Cikadu yang pada awalnya kita upayakan agar jalan Cikadu bisa menembus Bandung lebih kurang sepanjang 28 KM, sekarang sudah tuntas 22 KM, ini sekmen arah Bandung. Tahun 2019 tinggal 6 KM kearah Bandung. 

Khusus pembangunan pelebaran jalan Cileungsi-Cibeet tahap II ini merupakan skala program prioritas, karena jalur jalan Cileungsi-Cibeet arus lalu lintasnya cukup padat, kalau tidak dilanjutkan tentunya tingkat krodrit dan kemacetan semakin tinggi. Sehingga beresiko terjadi kecelakaan lalin. 

Hal ini dikatakan Kepala BPJ Wilayah I Cianjur Yongga Bakti saat ditemui usai acara Jabar Punya Informasi (JAPRI) ke 18, di taman belakang Gedungsate, Kamis (21/3-2019). 

Kami ( BPJ Cianjur) juga sudah merencanalan pembangunan jalan dari Cikadu kesimpang Sindang Barang lbih kurang 22 KM lagi, baru akan dibangun pada tahun 2020 mendatang. 

Namun, kami juga mempunyai kewajiban untuk melakukan pemeliharaan seluruh jalan Provinsi yang masuk dibawah kewenangan BPJ Wilyah I Cianjur yaitu sepanjang lebih kurang 360 KM. 

Adapun terkait ada rencana pemekaran BPJ, menurut Yongga, kita pada prinsipnya siap saja, bahkan kita sendiri pernah mengusulkan agar BPJ wilayah I Cianjur dipecah. Hal ini mengingat cukup luasnya wilayah yang ditangani BPJ Wilayah I Cianjur. Namun, sebelum dipecah, kini kita perkuat sistemnya dulu. 

“Untuk jangka pendek, kita perkuat sistem dari 4 SOP menjadi 5 SOP, namun kedepan, yang kita harapkan bukan kaya struktur tapi kaya fungsi”, ujarnya. 

Sementara itu, terkait program konektifitas jalur, Yongga mengakui bahwa selama ada jalur tengah yaitu Cianjur-Bandung dan seletan Cianjur-Garut-Tasik-Pangandaran yang merupakan jalan Nasional. Jadi yang dimaksud konektivitas itu adalah menyambungkan jalur dengan mengurangi waktu tempuh. Sehingga kedepan kita sudah rencanakan jalur tengah ke selatan. Kita tengah dikaji, sehingga nanti dari Sukabumi sampai Banjar-Pangandaran. 

Contohnya, kita dari Bandung mau ke Selatan kan cukup panjang perjalanannya, lebih dari 100Km, nanti akan dicut dengan cara menambah sistem jaringan. Adapun terkait pembebasan jalan, karena jalan yang ada sekarang merupakan jalan Kabupaten, jadi yang membebaskan lahan untuk pelebaran jalan tanggungjawab pemerintah Kabupaten, sedangkan kita nanti yang akan membantu pembangunannya, bisa berupa Ban Gub bisa juga berupa langsung ditangani oleh kita. 

Sehingga jalan yang semula kelas VI jadi kelas III, bahkan bisa jadi langsung jalan kelas II, tetapi status jalannya bisa naik jadi jalan provinsi atau tetap jalan kabupaten, tandasnya. (Riswandi)

Bagikan
Share

1 Komentar

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *