Demi Menyambung Ekonomi, Warga Banjaranyar Produksi Kolang Kaling Hingga Larut Malam

15 Mei 2020 / 22:24 WIB Dibaca sebanyak: 308 kali Tulis komentar

CIAMIS | BBCOM | Demi menyambung ekonomi keluarga di tengah pandemi Covid -19, warga Dusun Sukapura Desa Cikaso Kecamatan Banjaranyar Ciamis, memproduksi kolang kaling sampai larut malam.

Di saat bulan Ramadhan seperti ini, buah kolang kaling seolah menu wajib saat berbuka puasa. Tak heran banyak warga lain yang memburu buah ini.

Rupanya warga Rt 26/Rt 06 Dusun Sukapura Desa Cikaso ini cukup cerdik memanfaatkan peluang usaha. Banyak di antara mereka mendadak beralih profesi yang semula buruh pabrik atau usaha jenis lain yang terdampak Covid -19, kini membuka usaha kolang kaling.

Bagaimana tidak menggiurkan, sumber daya alam berupa pohon aren di wilayah itu terbilang banyak. Ditambah keterampilan mumpuni warga dalam mengolah kolang kaling dari mulai awal hingga siap dipasarkan.

Menurut wawan salah satu warga yang
menggeluti usaha kolang kaling dilakoninya bersama tetangganya yaitu Kodir, Lukman, Yaya. Usaha ini sudah mereka geluti dalam beberapa minggu terakhir yang di harapkan menjanjikan dan sebanding usaha lainnya.

“Produksi kolang kaling ini kami lakukan demi menyambung hidup keluarga,pasalnya di tengah himpitan ekonomi seperti sekarang ini kita di tuntut untuk kreatif yang penting halal” ujar Wawan, Jumat (15/05/2020).

“Sehari harinya kami membawa bahan kolang kaling menggunakan empat kendaraan bermotor dengan jarak tempuh 2 jam, yakni dari daerah segong kab.Pangandaran”

“Dampak Covid -19 ini membuat kami harus berjuang keras, berjuang tanpa kenal lelah demi keluarga.Bersama ketiga kawan kami, memproduksi kolang kaling dalam perharinya mencapai 35 kg, dengan harga jual sepuluh ribu perkilo”

Masih menurut Wawan,modal ini murni hasil patungan kami berempat dengan harapan usaha ini berjalan lancar, untuk pemasaran kami jual terhadap perorangan, pungkasnya.
(Gezul/Hendra)

Bagikan
Share
BACA JUGA  Pelantikan Perangkat Desa se-Kec. Banjaranyar Kab. Ciamis Dapat Menjadi Inovasi Baru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *