Daya Tarik Pasar Tradisional Masih Kuat

22 Juni 2019 / 20:01 WIB Dibaca sebanyak: 197 kali Tulis komentar

Foto dokumentasi pribadi : Azizah Angraini Ramadini

Suasana hiruk pikuk pasar memecah embun pagi , para pedagang bersiap mencari sesuap nasi demi keluarga yang menanti. Pedagang dan pembeli saling mesra dalam bingkai kebutuhan yang berbeda. Pria dan wanita saling berjubelan sesak di gang sempit sambil melampiaskan beban dengan senggolan.

Gedung tua dengan atap dihiasi sarang laba-laba, aroma khas pasar yang kurang sedap ,disertai lubang berisikan air yang keruh dan kotor seakan menemani sepanjang jalan dalam pasar. Kesan kotor dan kumuh menjadi hal yang tak dapat dihilangkan, jauh dari kata nyaman namun justru menjadi tempat yang tak dapat terlepas dalam kehidupan sehari-hari.

Di era sekarang ini masyarakat cenderung memilih pasar swalayan sebagai tempat berbelanja. Namun pada kenyataannya pasar tradisional masih memiliki daya tarik tersendiri. Pasar tradisional tetap menjadi pilihan ketika mencari segala macam sayur-mayur segar, buah-buahan, daging, bumbu, dan keperluan rumah tangga lainnya.

Salah satunya adalah Pasar Kranggan Bekasi, pasar tradisional yang satu ini terletak di Jalan Raya Kranggan No.1 Bekasi. Tak hanya menjual berbagai macam bahan makanan, di dalam pasar ini juga tersedia beberapa kios yang menjual pakaian dewasa dan anak-anak, permainan anak, toko kosmetik, alat elektronik, dan toko emas.

Tempat ini selalu dipadati pengunjung terlebih ketika akhir pekan dan hari-hari perayaan seperti Hari Raya Idulfitri dan Hari Natal. Salah satu penjual sayur mengatakan, “ Memang setiap hari alhamdulillah selalu ramai apalagi kalau hari libur dan hari-hari raya,” ujar Yati. Ia juga menjelaskan bahwa pelanggannya tak hanya datang dari sekitar daerah Kranggan saja tetapi dari sekitaran daerah yang lain pun turut berbelanja di Pasar Kranggan.

Beberapa alasan mengapa pasar tradisional masih diminati disampaikan oleh salah satu ibu-ibu pelanggan Pasar Kranggan Bekasi, “ Alasannya sih karena harganya cukup terjangkau, bisa ditawar, sayurnya bagus seger-seger terus deket dari rumah. Kalo di swalayan  tuh mahal terus ga terlalu lengkap, jadi saya selalu kesini setiap seminggu sekali,” ujar Wati.

Telah berdiri selama 25 tahun, Pasar Kranggan Bekasi kini semakin rapi dan tertata. Para pedagang dikelompokkan menjadi beberapa bagian berdasarkan jenis dagangan dan ditandai  papan tulisan yang memisahkan antara zona satu dengan zona yang lain, seperti zona ikan berada di ujung kanan, zona daging berada di samping zona ikan, dan zona sayur- mayur berada di sebelah zona daging. Hal ini cukup memudahkan para pembeli dalam mencari kebutuhan sehari-hari.

Keberadaan pasar tradisional menjadi pemenuh kebutuhan masyarakat sekaligus membantu perekonomian para rakyat kecil. Pasar tradisional tak akan lekang oleh waktu. (Azizah Angraini Ramadini/ Politeknik Negeri Jakarta

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *