Daro Prihatin Penganggaran Tahun 2020

7 Agustus 2020 / 16:09 WIB Dibaca sebanyak: 175 kali Tulis komentar
Bagikan

penganggaran 2020 juga cukup prihatin. Dari usulan anggaran senilai tiga milar lebih setelah mengalami beberapa perubahan anggaran tinggal menyisakan setengahnya.

BANDUNG | BBCOM | Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat mengaku prihatin atas status Cabang Dinas Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat belum memiliki sarana infrastruktur yang representatif. Padahal, Dinas ESDM Jabar seharusnya mengusulkan agar menganggarkan untuk itu. 

“Terus terang saya prihatin, ibaratnya burung yang berpindah dari sangkar yang satu ke sangkar lainnya,” ujar Daddy Rohanady yang akrab di sapa Daro anggota Komisi IV DPRD Jabar di Kantor Cabang Dinas Wil V, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jumat (7/8/2020).

BACA JUGA  H. Yongga Bakti: Tetap Akan Meneruskan Program Pelebaran Jalan Cileungsi-Cibucil

Dikatakan Daro, usulan itu disampaikan Dinas ESDM sama seperti UPTD lainnya yang ada pada OPD lain. Karena itu pihaknya mendorong dinas terkait untuk segera mencari lokasi dan membuat Detail Enginering Design (DED) lalu segera mengusulkan. 

Lebih lanjut Daro menjelaskan, penganggaran 2020 juga cukup prihatin. Dari usulan anggaran senilai tiga milar lebih setelah mengalami beberapa perubahan anggaran tinggal menyisakan setengahnya.

“Bahkan untuk anggaran pendataan saja tidak kebagian. Dan hanya menyisakan 1,5 M saja,” tutur Daro.

Dia mengharapkan, kedepannya meskipun ada beberapa mata anggaran yang dipotong tetap mengedepankan skala prioritas mana yang perlu dipotong mana yang tidak. Sebab, pada dasarnya UPTD tidak akan berani melawan keputusan atau kebijakan dari TAPD. 

BACA JUGA  Terkait APBD Jabar, Belanja Modal Pemprov ke Kabupaten/Kota di Nilai Cukup

“Jangan hanya menyerahkan kepada kami didewan untuk menganggarkan ke UPTD, tetapi ditanya dulu ke mereka (UPTD-red),” katanya.

Kepala Cabang Dinas ESDM Wil V, Tedi Ristiadi mengharapkan, pandemi Covid 19 ini berdampak sangat signifikan terhadap penganggaran terutama di cabang dinas. Pasalnya, banyak kegiatan-kegiatan yang tidak terlaksana lantaran kekurangan anggaran. Karena itu, dirinya berharap agar pandemi ini dapat segera berakhir dan dapat merealisasikan kegiatan seperti biasanya.

“Pada dasarnya kami optimistis situasi akan segera pulih. Dengan begitu kegiatan di cabang dinas kami pun akan berjalan normal kembali,” ucap Tedi. (dd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *