Daddy Rohanady: Pemuda Harus Kuasai Data dan Fakta untuk Menjaga Kualitas Demokrasi

CIREBON | BBCOM – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Daddy Rohanady, menekankan pentingnya penguasaan data dan fakta bagi generasi muda sebagai modal utama dalam menjaga kualitas demokrasi. Pesan tersebut disampaikan saat kegiatan Pendidikan Demokrasi yang diikuti pemuda, mahasiswa, dan pelajar di RM Lombok Idjo, Cirebon, baru-baru ini.

Menurut Daddy, demokrasi yang sehat tidak hanya ditopang oleh tingginya partisipasi masyarakat, tetapi juga oleh kemampuan warga negara dalam memahami, mengolah, dan menyampaikan informasi berdasarkan data yang akurat.

Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa data yang valid menjadi fondasi utama dalam membangun argumentasi yang kuat, baik dalam proses pengambilan kebijakan maupun dalam kehidupan demokrasi sehari-hari.

“Dalam menjalankan tugas sebagai anggota dewan, kita harus mempunyai data yang akurat sehingga dalam berdebat tidak mudah dipatahkan oleh orang lain. Jadi harus didukung dengan data yang benar. Kalau datanya tidak benar tentu akan menjadi persoalan,” ujar Daddy.

Ia menilai, kemampuan memahami data dan fakta menjadi semakin penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Arus informasi yang begitu cepat di era digital sering kali menghadirkan berbagai informasi yang belum tentu benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Karena itu, Daddy mengajak generasi muda untuk lebih kritis dalam menyikapi setiap informasi yang diterima, termasuk dengan melakukan verifikasi sumber dan memastikan kebenaran data sebelum menyebarkannya kepada masyarakat luas.

“Jangan mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya. Biasakan untuk mengecek fakta dan membandingkan data dari berbagai sumber yang kredibel agar tidak terjebak dalam hoaks atau informasi yang menyesatkan,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pendidikan demokrasi tidak hanya bertujuan meningkatkan pemahaman tentang hak dan kewajiban warga negara, tetapi juga membangun budaya berpikir kritis, rasional, dan berbasis data.

Menurutnya, kemampuan tersebut merupakan bekal penting bagi generasi muda untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan demokrasi, sekaligus mengawal berbagai kebijakan publik agar tetap berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Kegiatan pendidikan demokrasi yang diikuti puluhan pemuda, mahasiswa, dan pelajar itu menjadi sarana untuk memperkuat literasi demokrasi serta meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya peran mereka dalam pembangunan bangsa.

Daddy berharap, melalui pemahaman yang baik terhadap data dan fakta, akan lahir generasi muda yang cerdas, kritis, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan.

“Demokrasi yang kuat lahir dari masyarakat yang cerdas membaca fakta, kritis terhadap informasi, dan berani menyampaikan pendapat berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya. (adip/kdp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *