oleh

BPDASHL Ketahun Luncurkan 4.432 HOK Dukung Pemulihan Ekonomi Masyarakat Bengkulu Melalui Padat Karya Mangrove.

BENGKULU | BBCOM | Melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Padat Karya Penanaman Mangrove (PKPM) di tengah pandemi COVID-19, BPDASHL Ketahun telah menyalurkan program kegiatan ke Provinsi Bengkulu PEN PKPM seluas 50 (lima puluh) Hektar, dengan jumlah Hari Orang Kerja (HOK) 4.432 yang dilaksanakan  melibatkan 4 kelompok pelaksana di wilayah Kota Bengkulu dan Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu.

Oleh karena itu, pada hari Senin 9 November 2020 dilaksanakan Penanaman Bersama Mangrove sebagai rangkaian proses telah dilaksanakanya kegiatan PEN PKPM di Provinsi Bengkulu yang dihadiri oleh Plt. Gubernur Bengkulu, Dirjen PDASHL kementerian LHK, unsur Kepala Instansi di lingkup Provinsi Bengkulu dan kelompok pemerhati Mangrove di Provinsi Bengkulu.

Dalam keterangannya Kepala BPDASHL Ketahun Irpana Nur, S.Hut, M.Sc, menyampaikan bahwa anggota kelompok penerima PEN di Provinsi Bengkulu sejumlah 88 orang, dimana kelompok dan anggota kelompok tersebut masing-masing dibuatkan rekening khusus secara terpusat melalui Dirjen. PDASHL Kementerian LHK bekerjasama dengan BRI Pusat, sehingga aliran dana seluruhnya melalui account to account langsung ke kelompok dan masyarakat penerima.

BACA JUGA  Iskandar,SE  “Pegawai Aset Terbesar Pemkab OKI”

Dirjen PDASHL Kementerian LHK Ir. Hudoyo, M.M menambahkan bahwa dalam perwujudan PEN kebijakan Kementerian LHK dilaksanakan dengan Padat Karya Penanaman Mangrove seluas 15.000 Ha tahun 2020, yang merupakan kegiatan yang benar-benar berorientasi untuk meningkatkan kondisi ekonomi masyarakat pesisir di 34 provinsi. “Kegiatan PKPM ini telah melibatkan lebih dari 30 ribu orang dalam 50 hari kerja, atau bila dihitung dengan jumlah hari orang kerja (HOK) akan mencapai lebih dari 1,5 juta HOK.” Ujar Ir. Hudoyo, M.M

Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Plt. Gubernur Dedy Ermansyah, SE dalam sambutannya, menyampaikan data geografis Provinsi Bengkulu terletak di pesisir barat Pulau Sumatera berhadapan langsung dengan Samudera Indonesia, hal ini menyebabkan lingkungan pesisir pantai berhadapan langsung dengan gelombang kuat sehingga dapat menimbulkan erosi alami pantai atau abrasi pantai,  sedangkan Provinsi Bengkulu saat ini terdapat kawasan hutan mangrove total seluas 3.072,25 Ha, dengan klasifikasi mangrove lebat 1.949,10 Ha (63,4 %), klasifikasi mangrove sedang 587,05 Ha (19,1 %) dan klasifikasi mangrove jarang 539,09 Ha (17,4 %).

BACA JUGA  Warga Bantul Tumpah Ruah Rayakan Bulan Pak Harto

Plt. Gubernur Bengkulu Dedy Ermansyah, SE, menekankan atas hal tersebut dukungan sinergi kegiatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta menyampaikan ucapan terima kasih khususnya kepada BPDASHL Ketahun Kementerian LHK sebagai pelaksana dalam sinergi program PEN di bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Provinsi Bengkulu, sekaligus menyampaikan harapan kepada kelompok dan masyarakat pelaksana setelah program kegiatan tahun 2020 ini berakhir, agar dapat terus merawat dan memelihara hasil tanaman mangrove agar tetap tumbuh dan lestari serta memberikan manfaat bagi lingkungan dan kehidupan mendatang, sehingga program ini dapat berhasil dari segi tujuan ekologi dan ekonomi. (red)

Komentar