Berbelanja Pakaian Eks Import

19 Juni 2019 / 11:35 WIB Dibaca sebanyak: 439 kali Tulis komentar

Pakaian bekas atau pakaian eks impor merupakan tren yang tidak pernah putus hingga sekarang. Bagaimana tidak, mulai dari kaula muda hingga orang tua kini mulai menggandrungi berbelanja pakaian bekas. Seperti di pasar baru dapat ditemui pakaian bekas yang dijual begitu berlimpah, kemeja, jeans, topi, rok, kaos, dan lain lain. Tidak sedikit juga jika beruntung kita akan menemukan pakaian bermerek atau branded uniqlo, dickies, nike, puma, dan sebagainya.

Pada tanggal 16 juni 2019 bertepatan dengan akhir pekan, aku berkesempatan mengunjungi pasar baru bersama teman aku. Aku hendak mencari pakaian bekas untuk memenuhi kebutuhan berpakaian, selain harga yang sangat terjangkau, kualitasnya juga tidak mengecewakan. Aku menyusuri toko-toko yang menjual pakaian bekas, terletak dalam sebuah gedung pasar baru dilantai 3-4.

Satu demi satu ku perhatikan sekeliling toko yang menawarkan pakaian bekas, dengan nada yang khas sambil berteriak “Boleh kak, dilihat dulu aja pakaiannya.”, dengan modal teliti dan penuh semangat, akhirnya ada yang menarik perhatian ku. Salah satu toko yang khusus menjual pakaian bekas berupa celana jeans, chino, bahan, dan sebagainya. Kebetulan toko yang dijaga oleh pria paruh baya ini sedang dipadati para calon pembeli. Langsung saja aku bergegas masuk dan berburu celana bahan yang memang sudah aku incar. Sedang asik memilih tiba-tiba Mamang (sebutan akrab si penjaga toko) hendak bertanya “Cari ukuran berapa dek?” ucapnya. Aku pun menjawab “cari celana bahan/chino mang, ukuran 28/29.” .

Tanpa basa-basi lebih lanjut mamang langsung membantu aku untuk mendapatkan celana dengan ukuran yang sesuai dengan ukuran ku. Sampai akhirnya aku jatuh cinta dengan celana chino bewarna hijau merk fade luman manhattan new york berukuran 28. Dengan kondisi yang terbilang masih sangat bagus tanpa cacat sedikit pun pada celana itu, aku berusaha bernegosiasi harga celana tersebut agar mendapatkan harga yang miring. “ kurangin atuh mang harganya “ ucap ku. Mamang berusaha menjelaskan bahwa barang-barang yang berada di tokonya merupakan barang sortiran atau bahan yang sudah dipilih secara kondisi dan kualitasnya, wajar saja jika toko mamang ini terasa lebih mahal dibandingkan dengan toko lainnya.

Akhirnya, aku mendapatkan celana tersebut dengan harga sekitar 70% dari harga aslinya jika beli di toko resmi merk tersebut. Senang bukan kepalang aku mendapatkan barang yang masih begitu bagus dengan harga yang sangat murah. Tidak heran bahwa tren bakaian bekas ini masih menjadi pilihan beberapa orang. Kuncinya ketika mencari pakaian bekas ialah harus teliti dan juga sabar untuk memperhatikan detail-detail pakaian yang akan dibeli. (DAF/PNJ)

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *