Berbahagialah Nenek…..

18 Mei 2019 / 13:58 WIB Dibaca sebanyak: 163 kali 2 Komentar
Di dalam tubuh penghuni bumi ini , jiwa yang bergerak dipenuhi kasih sayang dan cinta Nenek adalah sosok yang tegar dan sabar, Bisa dibilang pengganti mama saat tidak ada.

aku ingat saat aku kecil , aku mulai dirawat oleh Nenek, karena mama sedang bekerja. Nenek selalu menemani aku saat malam tiba, membantu mencuci kaki, menggosok gigi dan nenek selalu membacakan dongeng yang menarik dan selalu enak didengar di telinga, hingga aku tertidur lelap. Pembacaan dongeng pada malam hari adalah hal yang aku sukai dari nenek karena nenek menceritakan Indonesia pada zaman dahulu. Selain itu aku menyukai masakan-masakan nenek yang selalu lezat. Masakan nenek yang aku sukai adalah sayur asam-asam buncis.

Saat aku libur sekolah , aku dan adik perempuanku selalu ingin pergi kerumah nenek. Karena rumah aku dan nenek berjauhan, Kadang aku meminta kepada mama agar aku bisa menginap di rumah nenek. Oh Nenek, betapa sabar kau hingga rela melakukan apa saja untukku agar bisa membuatku merasa bahagia. Saat aku membuat kesalahan pasti nenek selalu paling depan membela. Nenek mengajarkan jika kita membuat kesalahan segerakanlah memperbaiki diri.

Nenek selain bisa memasak juga pandai menjahit, Nenek senang membuatkan baju dan rok untuk aku pakai. Aku bisa melihat melalui mata nenek betapa lelah dan sabar. Nenek hidup sendiri ketika kakek meninggal pada tahun 2000, Kasih sayang yang aku dapat hanya dari nenek. Kadang karena sibuk mengerjakan pekerjaan rumah dan merawat aku pada saat kecil, nenek terbaring lemah dan akhirnya jatuh sakit.Walaupun nenek sering jatuh sakit, Nenek merupakan orang terkuat yang aku kenal di dunia ini setelah ayah dan mama.

Aku merasa bersalah karena pada saat ini,  semakin aku beranjak dewasa dan kesibukan yang aku alami membuat aku lupa untuk mengunjungi nenek. Tidak seperti dahulu, hampir setiap libur pekan aku mengunjungi nenek. Libur pekan yang aku alami saat ini adalah banyak nya tugas-tugas yang harus aku kerjakan. Tapi aku sadar, walaupun aku sibuk dengan kegiatan yang aku punya, aku harus tetap mengunjungi nenek.

Kesulitan yang nenek alami adalah rumah yang nenek tinggali selama puluhan tahun,  sekarang harus dijual. Nenek sempat terbungkam, tidak tahu harus berbuat apa.

Kenyamanan yang selama ini di ukir dirumah itu lenyap.Nenek yang mengajarkan aku jika masalah datang harus sabar dan tetap tegar. Aku tau rasa sakit yang nenek rasakan saat mendengar berita rumah nenek harus dijual sangat tidak terbayangkan, dengan harus mengikhlaskan rumah yang berisi jutaan memori akan hidup nenek.

Pada suatu malam aku melihat nenek berdoa dan aku mendengar nenek meminta agar cucu-cucu nenek diberikan kesehatan, dijaga, dan mendoakan agar sukses kelak nantinya. Hatiku merasa senang dan sekaligus sedih. Air mata jatuh saat mendengarkan doa yang baru saja kudengar. Aku sangat senang mempunyai nenek yang sangat baik dan penyayang.

Nenek juga mengajarkan kepada aku agar terus bahagia dan berbaik hati kepada orang-orang sekitar. Menurutku, nenek adalah salah satu motivator terbesar di hidupku. Aku sangat  bersyukur mendapatkan  banyak pelajaran berharga yang aku dapat dari nenek, yang aku lihat masih sosok yang tegar dan kuat. Oh nenek, berbahagialah, Nenek masih mempunyai cucu-cucu yang amat menyayangi nenek, dan tanpa henti berdoa untuk nenek. Aku berharap nenek bahagia dan selalu sehat. aku menyayangi nenek sepenuh hati. (Diendra Thifal Rahmah)

Bagikan
Share

2 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *