Atlet & Inasgoc Apresiasi Gelaran Asian Games 2018 di Jabar

20 Agustus 2018 / 17:50 WIB Dibaca sebanyak: 149 kali Tulis komentar

BANDUNG BBCom – Pj. Gubernur Jawa Barat H. Mochmada Iriawan mengatakan bahwa penyelengaraan Asian Games 2018 di Jabar mendapat apresiasi dari para atlet dan Inasgoc.
Hal ini dikatakan Iriawan di hadapan para pegawai di lingkungan Setda Provinsi Jawa Barat saat apel pagi di Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Senin (20/8/18).

Apresiasi atau acungan jempol datang dari panitia pusat Asian Games atau Indonesia Asian Games Organizing Committee (Inasgoc) serta para atlet cabang olahraga (cabor) yang bertanding di Jawa Barat. Ada lima cabor digelar di Jabar, yaitu Sepak Bola, Kano, Paragliding, Sepeda Road Race, dan Mountain Bike.

“Kita mendapat acungan jempol dari kesebelasan Laos dan Hong Kong, bahwa penyelenggaraan panitia kemudian masyarakat itu dinilai baik sekali. Beberapa kesebelasan yang bertanding di Stadion Patriot Bekasi juga ikut mengacungkan jempol. Ini berkat keseriusan dari pihak penyelenggara yang dibantu pemerintah daerah,” ujar Iriawan dalam arahannya saat apel.

Lebih lanjut, Iriawan juga meminta agar berbagai pihak terkait terus berkoordinasi, seperti dengan panitia Asian Games untuk kelancaran pertandingan. “Saya minta bantu kesekretariatan dan koordinasi dengan panitia, karena kita juga mendapat acungan jempol dari Inasgoc atau panitia Asian Games dimana Jawa Barat ini punya kontribusi luar biasa,” kata Iriawan.

Iriawan juga mengaku bahwa dirinya sempat bertemu dengan Ketua Inasgoc Erick Thohir saat hadir dalam upacara pembukaan Asian Games, Sabtu (18/8/18) lalu di Jakarta. Kata Iriawan, Erick Thohir sempat menyatakan permohonan maaf kepada masyarakat Jawa Barat karena tidak bisa mencantumkan nama Jabar dalam nomenklatur Asian Games 2018.

“Kemarin (di pembukaan Asian Games) saya bertemu dengan Ketua Inasgoc Erick Thohir. Beliau minta maaf kepada rakyat Jawa Barat, karena tidak bisa menyisipkan nomenklatur Asian Games Jakarta Palembang Jabar, tidak bisa beliau,” terang Iriawan.

“Karena hanya bisa satu kota atau dua yang disisipkan dalam nama Asian Games, dua (kota) juga sudah maksimal. Jadi, bukannya tidak mau tapi tidak bisa. Tapi kita terima dan yang jelas kita berikan yang terbaik dalam hal ini,” tutupnya.

Sementara itu Dinda Yolanda volunteer asal kota Bandung, merasa bangga ikut dalam bagian sejarah asian games 2018 di Jabar, menurutnya, untuk bisa memenuhi persyaratan menjadi volunteer Asian Games 2018, tidak mudah. Selain harus menyiapkan sejumlah berkas, dirinya juga bersama 10-12 ribu pendaftar lainnya harus mengikuti berbagai serangkaian test, mulai dari psikotes hingga interview.

“Saya senang dan bangga bisa diterima untuk menjadi bagian dalam pelaksanaan Asian Games 2018 ini” pungkasnya (hms/red)

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *